Banjir Rendam Desa Penyesawan Kampar, 126 KK Terdampak, Air Belum Surut

Kamaruddin • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:03 WIB
Banjir merendam Desa Penyesawan, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Sabtu (10/10/2026). BPBD untuk Riaupos.co
Banjir merendam Desa Penyesawan, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Sabtu (10/10/2026). BPBD untuk Riaupos.co

KAMPAR (RIAUPOS.CO) -- Banjir merendam Desa Penyesawan, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Sabtu (10/10/2026). Banjir yang dipicu tingginya intensitas hujan hingga menyebabkan meluapnya air Sungai Singkuang tersebut berdampak terhadap 126 kepala keluarga (KK).

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar, banjir mulai dilaporkan sekitar pukul 10.22 WIB. Ketinggian air berkisar antara 30 hingga 100 sentimeter, atau setinggi lutut hingga pinggang orang dewasa.

Adapun warga terdampak tersebar di dua wilayah, yakni Dusun 4, RT 09 sebanyak 88 KK dan Dusun 4, RT 19 sebanyak 38 KK. Hingga Sabtu sore, kondisi air dilaporkan masih belum surut.

Baca Juga: Kebakaran Maut di Rohul, 4 KK Kehilangan Tempat Tinggal, Ini Bantuan Pemkab

Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita menyampaikan, BPBD terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa terkait perkembangan banjir di wilayah tersebut.

"Berdasarkan laporan yang kami terima, banjir di Desa Penyesawan disebabkan tingginya intensitas hujan yang mengakibatkan luapan air Sungai Singkuang. Hingga laporan terakhir, air masih belum surut sehingga masyarakat diimbau tetap waspada dan memantau perkembangan kondisi di lingkungan masing-masing," jelas  Adi Candra.

Adi Candra mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap potensi kenaikan debit air, terutama apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Warga diminta mengutamakan keselamatan dan segera menuju tempat yang lebih aman apabila kondisi banjir membahayakan.

Baca Juga: Besok, Derbi Sumatera PSPS Pekanbaru vs PSMS Medan, Adu Gengsi Rebut Puncak

Dalam penanganan kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Kampar mengerahkan delapan personel dengan dukungan satu unit kendaraan roda empat dan satu unit mesin apung. Petugas juga melakukan koordinasi dengan pihak desa untuk memantau perkembangan situasi di lokasi terdampak.

Sementara itu, sejumlah kebutuhan mendesak bagi masyarakat terdampak telah diidentifikasi, meliputi bantuan sembako, tempat tidur darurat, posko kesehatan, dan obat-obatan. Selain itu, normalisasi Sungai Singkuang di Desa Penyesawan juga menjadi salah satu kebutuhan yang tercantum dalam laporan BPBD.

"BPBD Kampar terus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, mengingat hujan dengan intensitas tinggi dapat memicu banjir maupun kejadian bencana lainnya," jelas Adi Candra. 

 

Editor : Rinaldi
desa penyesawan banjir air belum surut sungai singkuang Intensitas Hujan tinggi