Banjir di Desa Penyesawan Kampar Surut, Warga Diimbau Tetap Waspada Luapan Sungai Singkuang

Kamaruddin • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 18:56 WIB
Banjir yang merendam permukiman warga di Dusun III Selatan, Desa Penyesawan, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar sudah surut, Ahad (11/10/2026). (BPBD Kampar untuk Riaupos.co)
Banjir yang merendam permukiman warga di Dusun III Selatan, Desa Penyesawan, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar sudah surut, Ahad (11/10/2026). (BPBD Kampar untuk Riaupos.co)

 

KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Banjir yang merendam Dusun III Selatan, Desa Penyesawan, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, telah surut. Bencana yang terjadi pada Sabtu (10/10/2026) tersebut berdampak terhadap 74 kepala keluarga (KK) dan menyebabkan 63 unit rumah terdampak.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar, Azwan, melalui Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB), Adi Candra Lukita, menyampaikan bahwa kondisi banjir di wilayah tersebut sudah surut berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Kampar.

Banjir mulai dilaporkan sekitar pukul 10.22 WIB. Tingginya intensitas hujan menyebabkan Sungai Singkuang meluap hingga menggenangi permukiman warga.

Baca Juga: Babak Pertama Imbang 0-0, PSPS Pekanbaru vs PSMS Medan 

Meski air telah surut, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama jika hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur wilayah tersebut. Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai diminta memperhatikan kondisi cuaca dan kenaikan debit air.

Adi Candra menjelaskan, banjir di Desa Penyesawan bukan kali pertama terjadi. Wilayah tersebut kerap mengalami genangan ketika hujan lebat turun.

“Banjir di Desa Penyesawan disebabkan tingginya intensitas hujan yang mengakibatkan luapan Sungai Singkuang. Di sekitar Sungai Singkuang tidak ada hutan resapan. Bukit di daerah situ juga sudah gundul dijadikan perkebunan kelapa sawit,” jelas Adi Candra.

Baca Juga: Pucuk Pimpinan Polda Riau Resmi Berganti, Irjen Arman Sampaikan Apresiasi dan Terima Kasih ke Pejaba

Menurutnya, kondisi lingkungan di sekitar sungai perlu menjadi perhatian dalam upaya mengurangi risiko banjir. Kawasan resapan air berperan penting dalam menyerap air hujan, sehingga perubahan tutupan lahan menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan lingkungan di wilayah rawan banjir.

Sementara itu, berdasarkan laporan harian BPBD Kabupaten Kampar per Ahad (11/10/2026) pukul 16.00 WIB, tidak terdapat laporan kejadian bencana baru di Kabupaten Kampar.

Namun, peringatan dini cuaca masih dikeluarkan untuk sejumlah wilayah. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi dan dapat disertai kilat, petir, serta angin kencang.

Baca Juga: BTM Serahkan Ratusan Bibit Pohon kepada IKBA MAN 1 Pekanbaru, Tegaskan Komitmen Green Aktivis Riau

Wilayah yang masuk dalam peringatan dini tersebut meliputi Kecamatan XIII Koto Kampar, Tapung Hilir, Tapung Hulu, dan Koto Kampar Hulu.

BPBD Kabupaten Kampar mengimbau masyarakat agar tidak lengah meskipun banjir di Desa Penyesawan telah surut. Kewaspadaan perlu ditingkatkan mengingat hujan dengan intensitas tinggi berpotensi memicu kenaikan debit sungai dan genangan kembali.

Masyarakat yang berada di kawasan rawan banjir diminta mengutamakan keselamatan diri dan keluarga. Apabila air kembali naik dan membahayakan, warga diharapkan segera menuju tempat yang lebih aman serta berkoordinasi dengan aparat setempat atau petugas penanggulangan bencana.

Baca Juga: Refleksi Sejarah dan Harapan: Menjahit Kembali Cita-Cita Pendirian Kabupaten Kuantan Singingi

Kesiapsiagaan masyarakat dan pemantauan kondisi cuaca menjadi langkah penting untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi di Kabupaten Kampar.(kom)

Editor : M. Erizal
bpbd kampar banjir surut banjir kampar