MTQ Ke-55 Kabupaten Kampar Resmi Dibuka, 642 Peserta Ikuti Lomba dari 9 Cabang

Kamaruddin • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 11:09 WIB
Bupati Ahmad Yuzar membuka MTQ ke-55 di Astaka Utama kompleks Masjid Tengku Abdurrahman, Kecamatan Gunung Sahilan, Ahad (11/10/2026) malam. Diskominfo untuk Riaupos.co
Bupati Ahmad Yuzar membuka MTQ ke-55 di Astaka Utama kompleks Masjid Tengku Abdurrahman, Kecamatan Gunung Sahilan, Ahad (11/10/2026) malam. Diskominfo untuk Riaupos.co

GUNUNGSAHILAN (RIAUPOS.CO) -- Bupati Kampar H Ahmad Yuzar resmi membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-55 Tingkat Kabupaten Kampar Tahun 2026 di Astaka Utama, Kompleks Masjid Tengku Abdurrahman, Kecamatan Gunung Sahilan, Ahad (11/10/2026) malam.

Sebanyak 642 peserta dari 21 kecamatan ambil bagian dalam ajang yang mempertandingkan sembilan cabang dan 28 golongan tersebut. MTQ sendiri berlangsung hingga 17 Oktober 2026.

Mengusung tema "Dengan Alquran Kita Wujudkan Generasi Berprestasi", MTQ ke-55 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat syiar Islam, membina generasi qurani, serta menanamkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Upacara HUT Kuansing, Muklisin Ajak Bersatu Lanjutkan Cita-cita Pendiri

Pembukaan berlangsung meriah dan khidmat. Ribuan masyarakat Gunung Sahilan dan sekitarnya turut menyaksikan pembukaan perhelatan keagamaan tahunan tersebut.

Dalam sambutannya, Ahmad Yuzar menegaskan bahwa Alquran memiliki peran penting dalam membentuk karakter, memperkuat akhlak, dan menjadi pedoman bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

"Alquran adalah fondasi bagi prestasi yang akan menuntun umat dalam mengarungi kehidupan di dunia, terutama bagi generasi muda Kampar," jelas Ahmad Yuzar.

Baca Juga: 27 Tahun Kabupaten Siak Harmoni Melayu Lestari, Bupati: Melayani dengan Sepenuh Hati

Ia menambahkan, melalui MTQ ini, mari  lantunkan ayat-ayat suci Alquran dengan sebaik-baiknya, kemudian bumikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. "Jangan sampai Alquran hanya kita baca dan kita perlombakan, tetapi harus kita pahami, hayati, dan amalkan sebagai pedoman hidup," tegas Ahmad Yuzar.

Ia menjelaskan, MTQ menjadi wadah untuk mengembangkan potensi masyarakat dalam berbagai bidang Alquran, mulai dari seni membaca, menghafal, dan menafsirkan hingga menulis kandungannya. Melalui pembinaan berkelanjutan, potensi tersebut diharapkan mampu melahirkan qari, qariah, hafiz, dan hafizah yang berprestasi di tingkat Provinsi Riau maupun nasional.

Ahmad Yuzar juga meminta seluruh kecamatan meningkatkan pembinaan dan memperluas partisipasi peserta pada setiap cabang yang diperlombakan. Dengan demikian, pengembangan potensi generasi qurani dapat berlangsung lebih merata di seluruh wilayah Kabupaten Kampar.

Baca Juga: Apel HUT Ke-27 Rohul Tertunda akibat Hujan, Ini Agenda yang Disiapkan

"Kepada seluruh peserta dan dewan hakim, saya berpesan agar senantiasa menjaga integritas dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Tampilkan kemampuan dengan sebaik-baiknya dan raihlah prestasi setinggi-tingginya. Kepada seluruh kecamatan, ke depan kami berharap dapat mengikuti seluruh cabang yang diperlombakan sehingga pembinaan Alquran semakin berkembang di Kabupaten Kampar," ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa keberhasilan MTQ tidak hanya diukur dari kemeriahan penyelenggaraan atau jumlah peserta yang meraih juara, tetapi juga dari dampaknya terhadap peningkatan kecintaan masyarakat kepada Alquran.

Karena itu, ia mengajak masyarakat kembali menggiatkan gerakan Magrib Mengaji untuk membangun kebiasaan membaca Alquran di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Baca Juga: Berpotensi Hujan, Kota Pekanbaru Masih Diselimuti Kabut Asap 

"Kami mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Kampar agar lebih menggiatkan dan menyediakan waktu untuk membaca serta mengamalkan Alquran. Dengan begitu, kita berharap tumbuh akhlakul karimah, kehidupan yang penuh kasih sayang, serta sikap saling menjaga dan mengayomi. Nilai-nilai inilah yang harus kita terapkan dalam keluarga, lingkungan, dan kehidupan bermasyarakat," tambahnya.

Ahmad Yuzar turut menyampaikan apresiasi kepada panitia tingkat kabupaten dan kecamatan, seluruh peserta, serta masyarakat Gunung Sahilan yang telah mendukung penyelenggaraan MTQ ke-55. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kehidupan religius, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan mendorong pembangunan sumber daya manusia yang beriman serta berakhlak mulia.

Sementara itu, Ketua Panitia MTQ ke-55, Tengku Said Hidayat yang juga Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Kampar, menyampaikan bahwa panitia telah mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan selama tujuh hari pelaksanaan.

Baca Juga: Kalahkan PSMS, PSPS Pimpin Klasemen

Sebelum pembukaan utama, panitia telah menggelar pembukaan bazar dan pelantikan dewan hakim. Perlombaan dijadwalkan berlangsung mulai Senin (12/10/2026) hingga rangkaian penutupan sesuai agenda yang ditetapkan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau yang diwakili Kepala Bagian Tata Usaha, Rahmad Suhadi mengapresiasi penyelenggaraan MTQ ke-55 di Kabupaten Kampar.

Ia menilai Kampar memiliki potensi besar dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang Alquran. Daerah ini juga dikenal dengan sebutan Negeri Serambi Makkah Riau.

Baca Juga: Manajemen PKS Tapung Salurkan Zakat ke Masyarakat Desa Tandun dan Sungai Kuning

"Kampar sangat dikenal sebagai Negeri Serambi Makkah Riau. Tentu banyak bibit unggul dan sumber daya manusia di bidang Alquran yang akan lahir dari Kabupaten Kampar. Hal ini telah terbukti dengan banyaknya qari dan qariah Kampar yang tampil di tingkat Provinsi Riau maupun nasional," ungkap Rahmad Suhadi.

Ia berharap MTQ terus menjadi sarana pembinaan dan regenerasi peserta, sekaligus memperkuat peran keluarga, lembaga pendidikan, dan lembaga keagamaan dalam menanamkan kecintaan terhadap Alquran sejak usia dini. Dengan pembinaan yang konsisten, generasi qurani Kampar diharapkan semakin berkembang dan mampu mengharumkan nama daerah.



Editor : Rinaldi
9 cabang mtq kampar gunung sahilan bupati ahmad yuzar