Hujan Lebat Mengintai Lima Wilayah Kampar, ISPU Tembus 282

Kamaruddin • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 18:56 WIB
Hujan melanda Kota Bangkinang sejak pagi berpengaruh terhadap ISPU mencapai 282, Senin (12/10/2026). (Kamaruddin/Riaupos.co)
Hujan melanda Kota Bangkinang sejak pagi berpengaruh terhadap ISPU mencapai 282, Senin (12/10/2026). (Kamaruddin/Riaupos.co)

 

KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar melaporkan nihil kejadian bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Kampar berdasarkan laporan harian Senin (12/10/2026) hingga sore.

Kendati belum terdapat laporan kejadian bencana, masyarakat di sejumlah wilayah diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Adi Candra Lukita menjelaskan, peringatan dini cuaca tersebut mencakup wilayah Siak Hulu, Kampar Kiri Hilir, Perhentian Raja, Kampar Kiri Tengah, dan Gunung Sahilan.

Baca Juga: Berbeda Cerita, Saints Dcrew, COPS, dan Destiny Ramaikan AQUA DBL Dance 2026

“Berdasarkan laporan harian BPBD Kabupaten Kampar hingga pukul 16.00 WIB, belum terdapat kejadian bencana yang dilaporkan. Namun, masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang,” jelasnya.

Selain memantau kondisi cuaca, BPBD Kampar juga mencatat kualitas udara di Kabupaten Kampar berada pada kategori sangat tidak sehat. Berdasarkan data Air Quality Monitoring System (AQMS) pada pukul 16.00 WIB, nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 282 dengan parameter kritis PM2,5.

"Kondisi tersebut menjadi perhatian masyarakat, terutama kelompok rentan, agar mengurangi paparan udara luar ketika kualitas udara memburuk," jelasnya.

Baca Juga: Ratusan Masyarakat Serbu Pasar Murah DKP Bengkalis

Sementara itu, berdasarkan pembaruan data PLTA Koto Panjang pada pukul 13.00 WIB, elevasi waduk tercatat 76,51 meter di atas permukaan laut (mdpl). Adapun aliran keluar melalui turbin (outflow turbine) tercatat 207,43 meter kubik per detik, sedangkan aliran masuk waduk (inflow) mencapai 869,38 meter kubik per detik.

BPBD Kampar juga melaporkan tidak terdapat titik panas (hotspot) berdasarkan pemantauan yang tercantum dalam laporan harian tersebut.

BPBD mengimbau masyarakat agar terus mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan cuaca dan kondisi kebencanaan. 

Baca Juga: Warga Pekanbaru Bisa Ambil Masker Gratis di Puskesmas

Warga yang berada di wilayah berpotensi terdampak diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan lebat, serta segera melaporkan apabila menemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana. (kom)

Editor : M. Erizal
hujan di kampar bpbd kampar potensi hujan