BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kabupaten Kampar tercatat 61 atau berada pada kategori sedang, Sabtu (17/10/2026) pukul 15.00 WIB.
Di tengah kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar mengimbau masyarakat mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang, terutama di Kecamatan Siak Hulu dan Tapung Hilir.
Berdasarkan laporan harian kondisi bencana hidrometeorologi BPBD Kampar, cuaca di wilayah Kabupaten Kampar secara umum terpantau berawan. Meski belum ada laporan kejadian bencana hingga pukul 16.00 WIB, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
Baca Juga: Status Siaga Darurat Karhutla di Rohil Berlaku hingga 18 November
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Kampar, Azwan, melalui Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB), Adi Chandra Lukita, menyampaikan bahwa peringatan dini cuaca perlu menjadi perhatian masyarakat, khususnya yang berada di wilayah berpotensi terdampak.
"Berdasarkan informasi prakiraan cuaca, terdapat peringatan dini potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang di sebagian wilayah Kabupaten Kampar, khususnya Kecamatan Siak Hulu dan Tapung Hilir," jelas Adi Candra, Sabtu (17/10/2026).
Adi Chandra menyebutkan, hasil pemantauan hingga pukul 16.00 WIB menunjukkan belum ada laporan kejadian bencana di Kabupaten Kampar. Sementara itu, pemantauan titik panas atau hotspot juga tidak menemukan adanya titik panas.
Baca Juga: Besok Hadapi Persiku Kudus, PSPS Bertekad Lanjutkan Tren Positif
Dalam laporan tersebut, kondisi cuaca tercatat berawan dengan suhu udara berkisar 28–29 derajat Celsius, kelembapan 75 persen, kecepatan angin 4,2 kilometer per jam dari arah timur laut, serta jarak pandang mencapai 7 kilometer.
Di sisi kualitas udara, hasil pemantauan melalui Air Quality Monitoring System (AQMS) pada pukul 15.00 WIB menunjukkan ISPU Kampar berada di angka 61 atau kategori sedang. Parameter pencemar yang menjadi parameter kritis tercatat berupa nitrogen dioksida (NO₂).
Sementara itu, pemantauan elevasi Waduk PLTA Koto Panjang pada pukul 13.00 WIB mencatat ketinggian air 76,35 meter di atas permukaan laut (mdpl). Debit air yang masuk ke waduk (inflow) dan debit air keluar melalui turbin (outflow turbine) sama-sama tercatat sebesar 131,11 meter kubik per detik.
Baca Juga: SMAN 1 Siak dan SMAN 1 Telukkuantan Juara AZA 3x3
BPBD Kabupaten Kampar mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan lebat, petir, maupun angin kencang. Warga juga diminta berhati-hati dalam beraktivitas di luar ruangan serta segera melaporkan kepada pihak terkait apabila menemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana.
BPBD Kampar terus memantau perkembangan cuaca, titik panas, dan situasi kebencanaan di seluruh wilayah kabupaten sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan dan mitigasi risiko bencana.