BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- Hujan yang mengguyur Kota Bangkinang dan sejumlah wilayah Kabupaten Kampar menjadi salah satu kondisi cuaca yang perlu dicermati dalam pemantauan lingkungan dan kebencanaan.
Berdasarkan data Stasiun Kampar Karhutla Watch (KKW), Selasa (27/10/2026) pukul 16.00 WIB, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat sebesar 57 atau masuk kategori sedang, dengan parameter kritis PM2.5.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar melaporkan belum terdapat kejadian bencana hidrometeorologi hingga Selasa sore. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada menyusul adanya peringatan dini potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.
Baca Juga: Leli Marlina Harumkan Nama Kuansing di Kancah Internasional, Plt Bupati Apresiasi Prestasi Atlet
Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita menjelaskan, berdasarkan laporan harian kondisi bencana hidrometeorologi per 27 Oktober 2026, cuaca di wilayah Kampar diprakirakan berawan. Suhu udara berkisar 24–27 derajat Celsius, kelembapan mencapai 88 persen, sedangkan kecepatan angin tercatat 3,6 kilometer per jam dari arah timur.
"Berdasarkan laporan pemantauan hingga pukul 16.00 WIB, belum terdapat kejadian bencana di Kabupaten Kampar. Namun, masyarakat tetap harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang," jelasnya.
Peringatan dini cuaca tersebut mencakup sejumlah kecamatan di Kabupaten Kampar, di antaranya XIII Koto Kampar, Kuok, Kampar Kiri Hulu, Salo, Rumbio Jaya, Kampar Timur, Bangkinang Kota, Tambang, Siak Hulu, Tapung, Tapung Hilir, dan wilayah lainnya.
Baca Juga: Perkuat Kerukunan dan Jamin Rasa Aman Umat Beragama, Kapolres Inhu Sambangi Vihara Pramita
Adi Candra mengimbau masyarakat agar terus memantau informasi cuaca terkini serta berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika hujan lebat dan angin kencang terjadi. Warga juga diminta menghindari berteduh di bawah pohon dan menjauhi benda-benda yang berpotensi roboh akibat terpaan angin.
Sementara itu, hasil pemantauan BPBD Kampar mencatat tidak ditemukan titik panas (hotspot) pada pembaruan laporan tersebut. Untuk kondisi Waduk PLTA Koto Panjang, data pukul 07.00 WIB menunjukkan elevasi air berada pada 75,82 meter di atas permukaan laut (mdpl). Adapun aliran keluar melalui turbin (outflow turbine) dan aliran masuk waduk (inflow) masing-masing tercatat sebesar 183,31 meter kubik per detik.
"BPBD Kabupaten Kampar terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan potensi bencana. Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kesiapsiagaan, serta segera melaporkan kepada pihak terkait apabila menemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana," tutupnya.
Baca Juga: Warung di Rohul Dibobol, Rp97 Juta Raib, Pemuda 19 Tahun Ditangkap, Ini Kronologinya
BPBD Kabupaten Kampar mengingatkan bahwa kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi bagian penting dalam mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi, terutama saat cuaca berpotensi mengalami perubahan dan hujan lebat disertai angin kencang yang dapat terjadi di sejumlah wilayah.
ISPU Bangkinang tercatat sebesar 57 atau masuk kategori sedang, Selasa (27/10/2026). Kamaruddin/Riaupos.co