PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui Balai Bahasa Provinsi Riau (BBPR) menyelenggarakan Uji Coba UKBI Adaptif Disabilitas Rungu di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Pembina Pekanbaru, pada Kamis (9/10/2025) lalu.
Sebanyak 10 siswa penyandang disabilitas rungu ikut dalam kegiatan ini. Mereka didampingi oleh 5 guru pendamping. Turut hadir dalam pembukaan acara Kepala SLBN Pembina Pekanbaru, Moelyo Eko Suseno, beserta Tim Kerja UKBI dari Badan Bahasa.
“Uji coba ini bertujuan untuk mengukur efektivitas sistem dan fungsi laman UKBI Adaptif dalam melayani kebutuhan peserta dari kalangan disabilitas rungu,” ujar salah seorang tim kerja, Yeni Maulina SPd, dari BBR, kepada Riaupos.co, Sabtu (11/10/2025)
Yeni menjelaskan, selama ini UKBI sudah diterapkan kepada siswa dan masyarakat biasa yang tak memiliki kebutuhan khusus. Namun seiring waktu, Badan Bahasa mengembangkan terus modulnya sehingga UKBI khusus untuk siswa berkebutuhan khusus, termasuk disabilitas rungu, bisa dilakukan.
“Ini sebuah perkembangan yang luar biasa karena yang disasar bukan hanya siswa dan masyarakat normal, tetapi juga siswa dan masyarakat berkebutuhan khusus seperti disabilitas rungu ini. Semoga hal ini terus berkembang sehingga memungkinkan semua siswa dan masyarakat Indonesia bisa memahami bahasa Indonesia yang baik dan benar,” jelas Yeni lagi.
Dia juga menyampaikan, melalui kegiatan ini, diharapkan UKBI dapat terus berkembang menjadi instrumen yang inklusif dan dapat dimanfaatkan oleh semua kalangan, baik penutur jati, penutur inklusif, maupun penutur asing yang berada di Indonesia.(hbk)
Editor : Edwar Yaman