BANYAK cara dilakukan oleh masyarakat dalam memaknai datangnya Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Bagi umat Islam, Bulan Ramadan adalah bulan suci yang digunakan untuk beribadah secara khyusuk. Mulai dari puasa wajib sebulan penuh, salat sunah Tarawih dan Witir, tadarus membaca Al-Qur’an, peringatan Nuzulul Qur’an, menunggu Malam Lailatul Qadar, laku itikaf, dan ritual lainnya. Saat Bulan Syawal tiba, tanggal 1 menjadi titik dari laku khusuk selama Ramadan sebagai Idul Fitri, sebuah filosofi kembali ke kesucian, fitri, dengan ritual saling memaafkan.
Namun, bagi sebagian masyarakat, juga masyarakat Melayu di Riau, Bulan Ramadan dan Idul Fitri adalah bulan yang dilalui dengan suasana kegembiraan selain berbagai ibadah yang dilakukan. Suasana gembira itu bukan hanya bagi anak-anak, tetapi juga bagi remaja dan orang dewasa. Beraneka ragam kegiatan yang berhubungan dengan nuansa kegembiraan saat Ramadan dan Idul Fitri ini. Mulai dari permainan tradisional dan kebiasaan-kebiasaan lainnya untuk memeriahkan kedatangan momen setahun sekali dalam kalender Hijriah ini.
Di Kabupaten Siak, momen ini digunakan oleh Dewan Kesenian Siak (DKS) dengan menyelenggarakan dua festival, yakni Semarak Lampu Colok dan Lomba Letup Meriam Buluh 2026. Dua kegiatan ini didukung oleh Pemkab Siak dan kalangan swasta yang berlangsung dengan meriah dan menjadi ajang masyarakat saling mengakrabkan diri saat Ramadan, jelang Idul Fitri, dan saat Idul Fitri dan setelahnya.
Ketua DKS, Zulkarnain Al Idrus, menjelaskan, tujuan diadakannya dua kegiatan itu saat Ramadan dan jelang Idul Fitri adalah ingin memperkenalkan kembali kepada generasi muda salah satu permainan tradisional yang ada di Siak. Ini juga salah satu cara membangkitkan kenangan masa kanak-kanak bagi yang dewasa. Hal lainnya adalah upaya dalam melestarikan tradisi dan kearifan lokal Melayu Siak, yang merupakan amanah UU No 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan.
Baca Juga: Perdana, Monolog "Babi" Sambangi Kota Dumai
Katanya lagi, kegiatan-kegiatan ini adalah dalam rangka memberi wadah, sebuah iven resmi, yang bisa diikuti oleh masyarakat. Selama ini masyarakat memang tetap melakukannya namun dalam porsi kecil. Tapi dengan adanya iven, dia yakin, masyarakat akan antusias mempersiapkannya jauh-jauh hari.
“Dua kegiatan ini selaras antara ide yang kami di DKS miliki dengan dukungan Pemkab Siak melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Siak yang sangat ingin agar budaya-budaya tradisional di Siak terus dirawat, ditumbuhkan, dan dilestarikan. Ini agar ke depan masyarakat tetap tahu dan akrab dengan kegiatan-kegiatan kebudayaan yang sebenarnya berakar dari masyarakat masing-masing,” kata lelaki yang akrab disapa Wak Zul ini kepada Riau Pos, belum lama ini.
Meriam buluh, katanya, merupakan salah satu kearifan lokal Melayu Siak. Permainan budak-budak Siak zaman dahulu, termasuk dirinya, merupakan pemain meriam buluh. Sayang rasanya kalau kegiatan seperti ini hilang begitu saja. Berangkat dari kerisauan inilah, jelas lelaki yang dikenal juga sebagai Youtuber ini, DKS mencoba berkerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Siak, dan mendapat dukungan dan tanggapan yang positif.
Baca Juga: Perdana, Monolog "Babi" Sambangi Kota Dumai
Untuk pelaksanaan Lomba Letup Meriam Buluh ini, tahun ini merupakan tahun yang ketiga. Tahun ini juga agak sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2024 dan 2025, pelaksanaan Lomba Letup Meriam Buluh ini DKS hanya bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Siak, yang anggarannya disondingkan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak dan Dinas Pariwisata Kabupaten Siak. Lalu untuk kegiatan Lampu Colok, tahun-tahun sebelumnya dilaksanakan oleh pihak Kecamatan Siak, dan hanya tingkat kecamatan saja.
Untuk tahun 2026 ini DKS mencoba mengambil alih Festival Lampu Colok yang di tingkat kecamatan dengan membuka ruang yang lebih luas lagi, dari tingkat kecamatan dinaikkan menjadi tingkat kabupaten, dan diberi nama Semarak Lampu Colok Se-Kabupaten Siak. Peserta bebas dan tidak dibatasi per kampung atau pun per kecamatan. Siapa saja boleh mendaftar asal masih merupakan warga Kabupaten Siak.
“Ide ini muncul agar semaraknya dirasakan oleh seluruh masyarakat Siak karena hampir di semua kampung atau desa yang ada di Siak, ada atau tidak ada festival pun mereka sebenarnya membuat lampu colok ini saat Ramadan atau jelang Idul Fitri. Hanya saja, skala dan bentuknya lebih sederhana,” ujar lelaki yang juga Kabid Kebudayaan di Disbudparpora Siak ini.
Secara teknis penyelenggaraan dan peserta, Wak Zul menjelaskan, untuk peserta Lomba Letup Meriam Buluh tahun ini, berjumlah 85 orang peserta, yang terdiri dari pemuda-pemuda kampung dan kelurahan di beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Siak, Mempura, dan Kecamatan Koto Gasib. Sedangkan untuk peserta Semarak Lampu Colok berjumlah 11 peserta yang terdiri dari beberapa desa di kecamatan, seperti Desa Kayu Ara Permai dan Desa Teluk Batil Kecamatan Sungaiapit, Dusun Mekar Jaya Benteng Hulu Kecamatan Mempura, Desa Suak Lanjut dan Kampung Dalam Kecamatan Siak, dan Desa Kuala Mandau Kecamatan Koto Gasib.
Untuk Semarak Lampu Colok, kata dia, memang pesertanya tak banyak. Ini menyangkut biaya yang lumayan mahal dan tingkat kreativitas yang juga sulit. Namun, katanya, ini sudah sangat lumayan. Dia berharap di penyelenggaraan tahun-tahun berikutnya jumlah pesertanya akan meningkat dengan perencanaan yang lebih matang dan diumumkan ke masyarakat jauh-jauh hari.
Dia melihat, masyarakat sangat antusias dengan dua kegiatan ini. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya peserta yang mendaftar dan banyaknya penonton yang menyaksikan saat acara berlangsung. Tidak hanya anak-anak, masyarakat juga berbondong-bondong datang ke tempat-tempat para peserta menempatkan meriam buluh dan lampu colok. Jika nanti masyarakat tahu bahwa kegiatan ini akan terus dilakukan setiap tahun, disosialisasikan terus-menerus, dan diumumkan lebih cepat, Wak Zul yakin antusiasme masyarakat dan kampung/kecamatan dalam ikut sebagai peserta maupun pengunjung, akan lebih besar lagi.
Bupati Siak, Afni Z, sangat mendukung dan sangat peduli dengan kegiatan ini. Sebenarnya Afni ingin sekali hadir pada saat pembukaan dan penutupan, namun dikarenakan kondisi kesehatannya, juga kesehatan suaminya waktu itu sedang kurang baik, dia tak bisa hadir. Saat pembukaan diwakili oleh Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, dan ditutup oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Siak, Mahadar.
“Beliau (Bupati Afni, red) sangat antusias untuk datang. Tapi memang sedang ada halangan ketika itu. Beliau berpesan agar giat-giat budaya tradisional masyarakat terus dilestarikan dan dikembangkan agar tidak punah. Karena, kata beliau, itu adalah kekayaan budaya yang nilainya sangat besar bagi masyarakat,” ujar Wak Zul lagi.
Atas nama penyelenggara, Wak Zul mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung penyelenggaraan kegiatan ini. Selain jajaran Pemkab Siak, juga beberapa perusahaan dan kalangan usaha yang ada di Siak. Di antaranya PT Bumi Siak Pusako, PT Riau Petroleum, Dayli Caffe, Duba Kebab, Ayam Teras Latansa, Donat Istana, dan Riau Wisata Hati.
Melihat antusiasme peserta dan masyarakat yang meningkat dari tahun ke tahun penyelenggaraan, pihaknya juga semakin bersemangat untuk terus menyelenggarakan kegiatan ini ke depan.
“Semoga, insya Allah, akan tetap berlanjut dan tentunya hadiah lebih besar dan lebih mewah lagi,” kata Wak Zul sambil tersenyum senang dan optimis.***
Pemenang Semarak Lampu Colok Se-Kabupaten Siak Tahun 2026
Juara I
Dusun Mekar Jaya, Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura
Juara II
Pemuda Berkarya, Kampung Teluk Batil, Kecamatan Sungai Apit
Juara III
Karang Taruna Permai, Kampung Kayu Ara Permai, Kecamatan Sungai Apit
Harapan I
Persatuan Pemuda Kampung Dalam, Kecamatan Siak
Harapan II
Pemuda Suak Lanjut, Kecamatan Siak
Harapan III
Lampu Colok Buatan 1, Dusun Kuala Mandau, Kecamatan Koto Gasib
Pemenang Lomba Letup Meriam Buluh
Juara I
Jaka (Kampung Rempak, Kec. Siak)
Juara II
Arel (Desa Paluh, Kec. Mempura)
Juara III
T Rian Effendi (Desa Kuala Mandau, Kec. Koto Gasib)
Harapan I:
Rohim (Desa Paluh, Kec. Mempura)
Harapan II:
Edoi (Desa Kuala Mandau,
Kec. Koto Gasib)
Harapan III
T Amar (Kampung Dalam, Kec. Siak)
dewan kesenian siak untuk riau pos
JUARA I: Lampu colok Dusun Mekar Jaya, Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, yang menjadi juara I Semarak Lampu Colok Se-Kabupaten Siak Tahun 2026, belum lama ini.