PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Bagi masyarakat Pekanbaru yang suka dan hobi melihat karya seni rupa. Ajang Artists–Art Fair Pekanbaru bisa menjadi pilihan untuk mengisi libur akhir pekannya kali ini.
Ratusan karya seni dari puluhan seniman asal pulau Sumatera dan Jawa siap dinikmati di ruang pameran khusus Museum Sang Nila Utama, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru. Event ini akan dibuka mulai 27-30 Juni 2026.
Fair Director Artists–Art Fair Pekanbaru Fachrozi Amri mengatakan, Artists–Art Fair Pekanbaru adalah sebuah art fair yang berpusat pada seniman dan didedikasikan untuk mengembalikan seniman ke jantung ekosistem seni, tempat lahirnya gagasan, tumbuhnya kreativitas, dan dimulainya dialog budaya.
Baca Juga: Gempa Besar Guncang Venezuela dan Jepang
“Di tengah lanskap seni rupa kontemporer yang sebagian besar dimediasi oleh institusi, galeri, dan berbagai struktur komersial, Artists–Art Fair Pekanbaru menawarkan sebuah model alternatif yang menempatkan seniman di garis depan perjumpaan, presentasi, dan pertukaran gagasan,” katanya.
Dilanjutkannya, seniman diberikan ruang untuk berinteraksi secara langsung dengan publik, kolektor, kurator, akademisi, media, serta para pelaku budaya lainnya.
Inti dari pendekatan ini diwujudkan melalui inisiatif “Bertemu Seniman di Booth” yang mentransformasi pengalaman art fair konvensional menjadi perjumpaan yang lebih personal, terbuka, dan bermakna.
Baca Juga: Duplikat Jembatan Rantau Berangin Segera Dibangun
“Pengunjung tidak hanya diajak untuk melihat karya seni, tetapi juga memahami
gagasan, narasi, dan proses kreatif yang melatarbelakangi setiap karya. Melalui pendekatan tersebut, art fair ini menciptakan ruang bagi dialog, pembelajaran, dan apresiasi yang lebih mendalam terhadap praktik artistik,” sebutnya.
Sementara itu, Artistic Director dalam Artists–Art Fair Pekanbaru Ade juga mengatakan, bahwa pameran ini berusaha menyetarakan posisi semua partisipan tanpa mengelompokkan berdasarkan usia. Peserta termuda bahkan baru berusia 9 tahun bernama Yuki menampilkan karya seni rupa yang terinspirasi mimpinya.
“Kita memiliki peserta termuda yakni masih berusia 9 tahun. Ia menampilkan karya yang terinspirasi dari mimpi yang kemudian dituangkan melalui lukisan, ini akan sangat menarik sekali untuk disaksikan,” ujarnya.
Disebutkannya, pengunjung tidak hanya melihat karya, tetapi juga bisa berdialog langsung dengan seniman, sehingga pesan dari karya bisa langsung tersampaikan.
Partisipasi seniman tidak terbatas pada Pekanbaru saja. Beberapa di antaranya datang dari Jambi dan Yogyakarta, untuk membangun jejaring yang lebih luas lintas daerah.
Baca Juga: Gelombang Tropis Kelvin Aktif, Potensi Hujan Tinggi
“Artists-Art Fair Pekanbaru lebih dari sekadar transaksi, ia berfungsi sebagai platform kolaborasi dan pertukaran budaya. Para pelaku ekosistem seni rupa dipertemukan untuk membangun koneksi baru dan memperkuat keterlibatan publik terhadap seni kontemporer,” ujarnya. (sol)
Editor : Eka G Putra