SIAK SRIINDRAPURA (RIAUPOS.CO) - Upaya mendokumentasikan sekaligus memperkuat pelestarian seni budaya Melayu terus dilakukan melalui inovasi media pembelajaran. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan gelar karya kreatif inovatif ‘’Flipbook Interaktif Gerak Dasar dan Pengembangan Tari Melayu’’ yang dilaksanakan pada Selasa (29/9) bertempat di Aula SMP Negeri 3 Pusako, Kabupaten Siak, Riau.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Program Dana Indonesiana Kategori Penciptaan Karya Kreatif Inovatif dalam lingkup Program Pemanfaatan Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI Tahun 2025. Flipbook interaktif tersebut memuat berbagai informasi mengenai gerak dasar, teknik, pengembangan gerak, filosofi, serta nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tari Melayu. Kehadiran media pembelajaran ini diharapkan dapat menjadi alternatif sumber belajar yang menarik dan mudah diakses, khususnya bagi pendidik, peserta didik, pelaku seni, serta generasi muda.
Ketua Pelaksana, Rusman Effendi SPd mengatakan, pengembangan flipbook interaktif ini merupakan salah satu upaya menghadirkan dokumentasi seni tari Melayu dalam bentuk yang lebih relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pembelajaran saat ini. ‘’Melalui flipbook interaktif ini, gerak dasar dan pengembangan tari Melayu tidak hanya didokumentasikan, tetapi juga diupayakan agar dapat dipelajari dan dikenalkan kepada generasi muda melalui media yang lebih dekat dengan perkembangan teknologi,’’ ujar Rusman Effendi.
Baca Juga: Pameran Seni Rupa Context-Rasi Rasa Karya Cak Winda Menikmati Karya Abstrak dengan Perasaan
Sementara itu, Ketua MKKS Rayon 1 Kabupaten Siak Siroji Munir MM mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang mengintegrasikan seni budaya dengan inovasi teknologi pembelajaran. Menurutnya, karya seperti flipbook interaktif dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat pengenalan budaya Melayu di lingkungan pendidikan.
Kepala SMPN 3 Pusako, Irdaleni MPd menyampaikan, pemanfaatan media digital dalam pembelajaran seni budaya dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada peserta didik. Menurutnya, pendekatan pembelajaran yang memanfaatkan teknologi dapat membuat materi seni budaya lebih menarik dan mudah diterima.(nto/c)
Editor : Arif Oktafian