KEPULAUAN MERANTI (RIAUPOS.CO) - PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti melalui Badan Kepegawaian, Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) akan membuka rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada tahun 2024. Hal ini merupakan langkah strategis Pemkab untuk memastikan keberlanjutan pelayanan publik dan keperluan tenaga kerja di sektor pelayanan publik.
Dengan menyusun perencanaan ini secara cermat, Pemkab Meranti dapat memastikan bahwa penerimaan CPNS dan PPPK tahun 2024 sesuai dengan keperluan organisasi dan memberikan kontribusi maksimal secara efektif.
Setelah dilakukan analisis mendalam terkait keperluan tenaga kerja di berbagai unit dan instansi Pemda. Termasuk identifikasi area atau bidang yang memerlukan peningkatan personel, maka jumlah yang akan dilakukan penerimaan untuk tahap I sebanyak 600 pegawai.
CPNSBaca Juga: Rekrutmen CASN 2024, Pemerintah Siapkan 1,2 Juta Formasi CPNS dan PPPK pada Periode Pertama
Kepala BKPSDM Kepulauan Meranti Bakharuddin MPd mengatakan, pihaknya bersama beberapa OPD lainnya telah mengikuti kegiatan perencanaan keperluan formasi CPNS dan PPPK Tahun 2024 di Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan RB pada 19 -21 Februari 2024 lalu. Dalam kegiatan tersebut, pihaknya telah memasukkan formasi CPNS dan PPPK pada tahun 2024. Di mana usulan tersebut berdasarkan keperluan dari seluruh OPD yang diinput melalui e-Formasi, aplikasi milik Kemenpan-RB.
Gayung bersambut, undangan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) pada Rapat Koordinasi Persiapan Pengadaan ASN Tahun 2024 yang digelar di Birawa Assembly Hall, Bidakara Hotel Jakarta Selatan, yang turut dihadiri oleh Plt Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti AKBP Purnawirawan H Asmar, Kamis (14/3).
Dalam surat yang mereka terima, jumlah formasi bagi Pemkab Kepulauan Meranti yang di setujui Kementerian PANRB sebanyak 600 CASN, meliputi 225 Formasi CPNS, dan 375 Formasi PPPK. ‘’Alhamdulillah usulan kita sebanyak 600 formasi disetujui Menteri PANRB. Mudah-mudahan kesempatan ini dapat dipenuhi dengan maksimal,’’ kata Asmar usai menghadiri acara.
Dirincikan Bakharuddin, dari 225 formasi CPNS tersebut terdiri dari 150 formasi CPNS Tenaga Teknis, dan 75 formasi CPNS Tenaga Kesehatan.
Sementara untuk formasi PPPK yang disetujui sebanyak 375, terdiri dari 200 Formasi PPPK Tenaga Teknis, 125 Formasi PPPK Tenaga Pendidikan, dan 50 Formasi PPPK Tenaga Kesehatan. ‘’Sebagai tindak lanjut, kami terus melakukan pendampingan bersama BKN, serta menunggu tahapan resmi yang dikeluarkan dari Kementerian PANRB. Mudah-mudahan dapat terlaksana dengan baik dan lancar,’’ ujar Bakharuddin.
Disebutkannya, jika penghitungan sesuai dengan Analisis Jabatan (ANJAB) dan Analisis Beban Kerja (ABK) jumlah kekurangannya mencapai 1.500 pegawai. ‘’Keperluan pegawai ASN masih banyak. Sebab Meranti masih kekurangan ASN. Apalagi sudah banyak yang mengajukan pindah ke luar daerah kemarin. Berdasarkan ANJAB ABK kekurangannya mencapai 1.500 orang,’’ ujarnya.
Gambarannya, kata Bakharuddin, kemungkinan besar di tahun ini ada rencana untuk melaksanakan penerimaan CPNS sebanyak dua kali. Tentunya dapat disesuaikan dengan keperluan pemerintah. ‘’Tahun 2024 ini berkemungkinan akan ada penerimaan pegawai lebih dari satu kali. Di mana nantinya akan dilakukan pengajuan kuota baru. Penambahan itu ada pada formasi tenaga kesehatan untuk mendukung operasional Rumah Sakit Pratama yang akan dibangun pada tahun ini di Kecamatan Rangsang,’’ jelasnya.
Dalam Rakor yang dibuka Presiden Republik Indonesia melalui Menteri Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Abdullah Azwar Anas, Menteri ATR-BPN Agus Harimurti Yudhoyono, dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim banyak menyampaikan rencana pemerintah ke depan.
Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas menyebutkan, saat ini Kementerian PANRB telah menerima usulan keperluan ASN dari berbagai instansi pusat dan daerah sebesar 1,38 juta. Bahkan saat ini sudah ditetapkan formasinya sebanyak 1,28 juta untuk memenuhi keperluan ASN secara nasional sebesar 2,3 juta secara bertahap.
ASN yang dimaksud terdiri atas dua kategori, yaitu CPNS yang bisa dilamar oleh fresh graduate, serta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang diperuntukkan bagi tenaga non-ASN dan eks THK-2 yang telah masuk basis data Badan Kepegawaian Negara (BKN).
‘’Pada tahun ini pemerintah membuka ruang untuk fresh graduate yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Karena tahun ini jumlah rekrutmen CPNS-nya relatif lebih besar dibanding sebelumnya. Tentu pemerintah juga tetap berkomitmen menuntaskan penataan teman-teman honorer,” ujar Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas.(adv/wir)
Editor : RP Arif Oktafian