SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti ungkap penyebab panjangnya antrean BBM di SPBU di Kecamatan Tebingtinggi.
Kepala Disperindag Kepulauan Meranti Marwan membenarkan kejasian tersebut sempat berlangsung beberapa hari terakhir. Namun ia memastikan stok BBM di wilayahnya masih dalam kategori aman.
Kejadian tersebut disebabkan BBM jenis pertalite dibatasi dan pemilik APMS dan SPBU tak lagi menjual ke pengecer.
Seperti yang tertuang salam Surat Edaran Menteri ESDM Nomor 14.E/HK.03/DJM/2021 yang mengatur bahwa penyalur retail (SPBU/SPBN/SPBB (bunker) dan bentuk lainnya) hanya dapat menyalurkan BBM kepada pengguna akhir dan dilarang menyalurkan BBM kepada pengecer.
"Mereka (APMS, red) ketakutan menjual BBM ke kios-kios karena memang ada pengetatan pengawasan dari Pertamina yang melarang itu. Takut berdampak kepada mereka," ujar Marwan.
Padahal di Kepulauan Meranti, sejak lama kios-kios membeli minyak dari APMS. Alasan penjualan BBM ke kios-kios adalah untuk mempermudah distribusi BBM ke warga karena Meranti merupakan wilayah berpulau dengan infrastruktur yang kurang memadai.
"Untuk stok masih ada, masih aman seminggu ke depan. Di APMS Jalan Imambonjol ada 75 KL, di Alahair 40 KL. Itu kapal saat ini juga sedang menjemput ke Pekanbaru. InsyaAllah 5 atau 6 hari ke depan sudah sampai di sini," kata Marwan lagi.
Marwan juga menegaskan saat ini kuota BBM yang seharusnya diterima Kepulauan Meranti tetap tak berubah seperti sebelumnya.
Terangnya lagi, pemerintah daerah telah menjalin komunikasi dengan aparat kepolian dan pohak terkait untuk melonggarkan pengetatan distribusi agar kejadian serupa terulang kembali.
"Dampak upaya itu beberapa kios sudah mendapatkan pasokan sehingga pengisian tidak hanya berfokus di APMS dan SPBU melainkan sampai ke kios-kios kecil," ujarnya.
Laporan: Wira Saputra (Selatpanjang)