Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Dampak Runtuhnya Jembatan Panglima Sampul, Ribuan Warga Meranti Terisolir

Wira Saputra • Rabu, 22 Mei 2024 | 15:32 WIB
Kondisi Jembatan Alai Desa Panglima Sampul, Sungai Perumbi, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti, setelah ambruk, Rabu (22/5/2024) siang.
Kondisi Jembatan Alai Desa Panglima Sampul, Sungai Perumbi, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti, setelah ambruk, Rabu (22/5/2024) siang.

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Dampak ambruknya Jembatan Panglima Sampul Alai Kecamatan Tebingtinggi Barat, menyebabkab ribuan warga Kepulauan Meranti terisolir.

Camat Tebingtinggi Barat, Rinaldi mengatakan, jembatan ini menjadi salah satu akses utama yang dilalui masyarakat.

Keberadaan jembatan sangat vital sebagai satu-satunya akses masyarakat memasarkan hasil perkebunan. Termasuk akses transportasi utama menuju ke Selatpanjang.

Rinaldi menyebut, akibat putusnya jembatan tersebut, ribuan masyarakat di wilayah itu terancam kesulitan untuk beraktivitas memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Jembatan ini menjadi urat nadi masyarakat Kecamatan Tebingtinggi Barat untuk memenuhi kebutuhan hidup dan akses utama untuk menuju ke ibukota kabupaten di Selatpanjang," ucapnya.

Ia berharap Pemerintah Provinsi Riau segera memperbaiki jembatan tersebut.

"Kami minta kepada Pemprov Riau segera memperbaiki jembatan ini karena memang menjadi akses utama bagi masyarakat yang ingin berurusan dan melakukan aktivitas perekonomian," kata Rinaldi.

Buat Dermaga Penyeberangan Sementara

Dinas Perhubungan Kepulauan Meranti akan mencari solusi jangka pendek mengatasi ambruknya jembatan tersebut. Rencana mereka akan membuat dermaga penyeberangan dengan material kayu sampai jembatan selesai diperbaiki.

"Kami akan membangun dermaga transportasi penyeberangan Kempang dari dua sisi. Yakni di Desa Gogok dan Alai sebagai alternatif akses masyarakat saat ini," kata Kepala Dinas Perhubungan Kepulauan Meranti, Agusyanto Bakar.

Sementara itu untuk armada kempang, Agusyanto mengatakan ada tiga unit kempang difasilitasi warga setempat untuk akses penyeberangan.

"Tentunya ada biaya yang dikeluarkan, hanya saja kami meminta untuk tidak terlalu mahal," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya Jembatan Alai Desa Panglima Sampul, Sungai Perumbi, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti, ambruk pada Rabu (22/5/2024) siang, sekitar pukul 11.00 WIB, setelah beberapa hari dikabarkan miring.

Jembatan ini menjadi salah satu akses terdekat warga sejumlah desa di Kecamatan Tebingtinggi Barat menuju Selatpanjang, Pusat Kabupaten Kepulauan Meranti.

Sementara akses alternatif hanya melalui Desa Tenan, jalur darat, dengan jarak tempuh mencapai belasan kilometer.

Kabar diterima Riau Pos, sebelum jembatan yang dibangun sejak 2002 ini runtuh, lokasi kejadian telah mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian.

Warga dilarang melewatinya. Beruntung atas kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Laporan: Wira Saputra (Selatpanjang)

Editor : RP Edwir Sulaiman
#jembatan ambruk #dinas perhubungan #kepulauan meranti #terisolasi #Vital