SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Hingga saat ini penumpukan penumpang masih mewarnai aktivitas penyeberangan, Sungai Perumbi, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti.
Walaupun demikian situasi tersebut berlangsung tidak separah beberapa hari setelah dermaga penyeberangan rampung dibangun atau pasca Jembatan Panglima Sampul ambruk pada pertengah Mei lalu.
“Masih ada penumpukan penumpang. Tapi tidak separah ketika pertama angkutan penyeberangan beroperasi. Tidak setiap waktu. Penumpukan terjadi ketika warga mau berangkat kerja dan anak-anak berangkat sekolah. Persisnya pagi,” ujar warga setempat Noprizal kepada Riau Pos, Selasa (4/6).
Dari kabar yang ia terima, untuk mengurai penumpukan akan ada penambahan dermaga baru yang tak jauh dari lokasi dermaga yang pertama. “Nampaknya ada pembangunan dermaga baru di samping dermaga sebelumnya. Kalau memang iya, syukurlah,” ujarnya.
Menurutnya, sudah sepantasnya ada penambahan dermarga mengingat penumpukan terjadi dampak padatnya trayek angkutan, sehingga keberadaan dermaga tidak mampu menampung seluruh operasional armada.
“Armada atau kempang banyak. Dermaga hanya satu. Jadi armada dan penumpang kerap antre kalau pagi. Harus ada penambahan atau pembangunan dermaga tambahan,” ujarnya.
Terkait penambahan dermaga itu dibenarkan Camat Tebingtinggi Barat Kepulauan Meranti Rinaldi. Gambarannya progres atau bobot pembangunan sudah mencapai 60 persen.
“Benar sedang dibangun dermaga tambahan. Sudah jalan 60 persen. Untuk itu sehari dalam dua hari kedepan mudah-mudahan selesai. Pembangunan dermaga baru untuk mengurai terjadinya antrean atau penumpukan penumpang,” ungkapnya.(gem)
Editor : RP Arif Oktafian