Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Hari Kelima Nelayan Meranti Hilang, Tim Perluas Area Pencarian

Wira Saputra • Selasa, 25 Juni 2024 | 16:07 WIB
SAR lakukan proses pencarian di hari keempat, mereka memperluas area pencarian terhadap nelayan yang hilang di Perairan Selat Malaka, (21/6/2024) lalu hingga Senin (24/6/2024) siang.
SAR lakukan proses pencarian di hari keempat, mereka memperluas area pencarian terhadap nelayan yang hilang di Perairan Selat Malaka, (21/6/2024) lalu hingga Senin (24/6/2024) siang.

 

SELATPANJANG (RiAUPOS.CO) - Hingga saat ini Tim SAR Gabungan melakukan pencarian seorang korban nelayan yang hilang di Perairan Tanjung Kedabu, Desa Tanah Merah, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Meranti.

Walaupun seorang korban lain telah ditemukan, tampaknya tidak memberikan petunjuk hingga memudahkan proses pencarian nelayan yang hilang sejak Kamis (20/6/2024) lalu.

"Pencarian terhadap satu orang korban nelayan hingga hari ini masih terus dilakukan oleh tim SAR Gabungan," kata Danposal Selatpanjang Kapten Laut (E) Saidul Arifin kepada Riau Pos, Selasa (25/06/2024) pagi.

Padahal teman korban atas nama Bacok sudah ditemukan. Sementara pencarian korban lain atas nama Ridwan, warga Tanah Merah masih berlangsung.

Adapun personil yang ikut dalam melakukan SAR yakni, dari Personil Angkatan Laut, Personil Basarnas , Personil Polairud, Personil Koramil, dan 4 Kapal nelayan setempat juga ikut membantu

Demikian juga ditambahkan oleh Kepala Pos Basarnas Selatpanjang Prima Gelmim yang mengatakan proses pencarian mendapatkan bantuan 8 kapal nelayan. Empat kapal milik nelayan desa setempat dan empat lagi dari desa lain.

Diakuinya, dalam proses pencarian, nelayan setempat diberi titik koordinat sekitar 1 setengah kilometer dari lokasi kejadian sejajar dengan Selat Malaka.

Sementara untuk kapal milik Basarnas, Polairud bersama TNI secara mobile melakukan pencarian di sekitar pusat lokasi awal kejadian.

"Untuk Polairud dan kita dari Basarnas fokus di tengah titik lokasi kejadian dan bergerak secara mobile," terangnya.

Sesuai SOP, Prima mengatakan pencarian akan terus dilakukan sampai hari ketujuh.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang dari 2 nelayan yang hilang saat mencari ikan di Perairan Tanah Merah, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti ditemukan selamat.

Nelayan yang sudah ditemukan tersebut adalah Bacok (47). Ia berhasil selamat karena berhasil naik ke atas Ponton Kapal Tagboat Terus Daya 19.

Dari keterangan Bacok, diketahui bahwa ia dan Ridwan terserempet Ponton Kapal Tagboat pada subuh hari sekira pukul 04.00 wib pada hari kejadian.

Ridwan tidak berhasil naik keatas Ponton hingga terseret arus dan hilang. Sementara Bacok berhasil menyelamatkan diri dengan cara naik ke atas Ponton Kapal Tugboat Terus Daya 19.

Bacok sempat berusaha mencari Ridwan dengan melihat ke arah air dan mengitari Ponton. Namun ia tidak menemukan rekannya itu.

Pada pukul 11.00 WIB, kru Kapal Tugboat Terus Daya 19 bernama Munandar yang memeriksa Ponton menemukan Bacok sedang tertidur di rolling jangkar.

Tim Gabungan Polairud Kepulauan Meranti, Basarnas dan TNI AL saat itu menjemput korban di Kapal Tugboat Terus Daya 19 berlayar yang saat itu sudah berada di perairan Bandul desa Tasik Putri Puyu.

Selanjutnya Bacok dan awak Kapal Tugboat Terus Daya 19 dibawa ke Kantor Sat Polairud Kep Meranti untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Laporan Wira Saputra

Editor : M. Erizal
#nelayan hilang #tenggelam #sar #meranti