SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), Desa Lemang, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, kembali beroperasi usai terbakar hebat, Selasa (23/7/2024) lalu.
Lima hari pasca kejadian, recovery atau perbaikan sejumlah mesin pembangkit telah rampung. Demikian disampaikan Manager PLN ULP Selatpanjang, Richard Tambunan kepada Riau Pos, Senin (28/7/2024).
Artinya listrik di beberapa kecamatan telah didistribusikan, walaupun, kata Richard, daya mampu pembangkit belum maksimal atau melebihi beban puncak. Hal ini dampak sejumlah mesin mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.
Untuk itu, ULP PLTD Lemang terpaksa melakukan jam nyala secara bergilir ke seluruh desa dan kecamatan setempat, sampai seluruh mesin kembali normal seperti biasa.
"Kemarin kami perlu waktu perbaikan SKTM dan perbaikan mesin yang masih bisa operasi. Syukurnya itu sudah rampung meskipun kami terpaksa melakukan jam nyala secara bergilir kepada seluruh pelanggan di sana, sampai kondisi mesin normal kembali," ungkapnya.
Sebenarnya, kata dia, suplai listrik semula berhasil dilakukan oleh pihaknya sejak 25 Juli 2024 lalu. Namun ketika itu, daya mampu mesin baru mencapai 800 KW dengan beban 760 KW. Sementara total pemadaman tidak kurang dari 1.200 KW.
"Namun berkat kerja keras teman teman di lapangan 28 Juli 2024 kami berhasil memperbaiki dan memasukkan dua unit mesin ke sistem. Sehingga daya mampu mencapai 920 KW. Artinya ini melebihi dari target semula sebesar 800 KW pascabencana kemarin," ungkapnya.
Seperti diketahui sebelum kejadian kebakaran beberapa hari lalu, PLTD Desa Lemang, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, mampu memproduksi listrik sebesar 2 Megawatt.
Manager PLN UP3 Dumai, Didik Krismanto kepada Riau Pos mengatakan, dia berharap besar dukungan masyarakat dan pihak terkait agar proses perbaikan dan pergantian pembangkit segera rampung dalam waktu singkat.
"Karena ini bencana, kami berharap seluruh pelanggan atau warga setempat dapat memaklumi situasi terkait. Mohon doa dan dukungan warga agar proses perbaikan kembali normal," ujarnya.
Meskipun demikian, menurutnya penyebab kejadian masih dalam proses investigasi. Untuk percepatan normalisasi, jajaran di lapangan masih melakukan perbaikan terhadap pembangkit yang tidak terdampak.
"Sementara terhadap pembangkit yang terdampak kebakaran, ke depan akan kami siapkan mesin penggantinya. Tetapi langkah pertama mesin yang ada dulu di-recovery," bebernya.(wir)
Editor : M. Erizal