Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kepala SMAN 1 Rangsang Pesisir Pilih Maafkan Siswa yang Telah Membakar Sepeda Motornya, Simak Alasannya

Wira Saputra • Rabu, 30 Oktober 2024 | 16:21 WIB
Sepeda motor Burhan usai dibakar oleh siswanya sendiri.
Sepeda motor Burhan usai dibakar oleh siswanya sendiri.

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) -- Seorang Kepala Sekolah di Pulau Rangsang Kabupaten Kepulauan Meranti mendapat perlakuan buruk dari salah seorang siswanya.

Baca Juga: Lee Tiong Yap, WNA Singapura Dipaksa Imigrasi Selatpanjang Kembali ke Negara Asalnya

Ia adalah Burhan, Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Rangsang Pesisir yang mendapati bahwa sepeda motornya telah dibakar oleh siswanya sendiri.

Meskipun demikian Burhan memilih untuk memaafkan siswanya meskipun pelaku sempat diamankan dan ditahan oleh aparat kepolisian setempat selama dua hari.

Kejadian ini diakui oleh Burhan ketika dihubungi oleh Riaupos.co melalui Penggilan telpon genggam, Rabu (30/10/2024). Keputusan itu diambilmya setelah melalui pertimbangan yang cukup matang.

Cerita Burhan, peristiwa ini berawal ketika pihak sekolah memberikan surat pemanggilan kepada orang tua yang bersangkutan karena kebanyakan alpa atau keseringan tidak masuk kelas.

"Dia ini sering tidak hadir dalam kegiatan Proses Belajar Mengajar (PBM). Surat tersebut berisi permintaan agar orang tuanya datang ke sekolah untuk menandatangani pernyataan kesepakatan sebagai upaya mengubah perilaku siswa tersebut," beber Burhan.

Merasa tidak terima atas keputusan pihak sekolah, pada Kamis (24/09/2024) sekitar pukul 11.30 WIB, yang bersangkutan nekat membakar sepeda motor milik Burhan.

Akibat aksi tersebut, motornya hangus terbakar.

Polres Kepulauan Meranti kemudian menangani kasus ini.

 

Setelah proses mediasi dan pertimbangan yang matang, Burhan menyetujui penyelesaian secara damai.

"Kami maafkan. Pertimbangannya murid saya ini sudah berada di kelas 12, dan hanya menunggu waktu selesai. Selain itu tidak ada jaminan setelah melalui proses hukum pidana, murid saya ini akan menjadi orang baik. Makanya saya memilih untuk memaafkannya. Mudah mudahan ia dapat menjadikan ini sebagai pelajaran terbaik dalam hidupnya," ungkap Burhan.

 

Editor : RP Rinaldi
#sman 1 rangsang pesisir kepulauan meranti #motor kepala sekolah dibakar siswa #siswa bakar motor kepala sekolah #kepulauan meranti #Kepala SMAN 1 Rangsang Pesisir Burhan #kepala SMAN #sepeda motor dibakar