Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Sempat Saling Sindir, Berakhir Damai

Wira Saputra • Selasa, 5 November 2024 | 09:44 WIB
Empat Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Meranti, saat tampil  dalam Debat Publik Pemilihan Kepala Daerah 2024 di Hall Grand Meranti, Selatpanjang, Senin (4/11/2024).
Empat Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Meranti, saat tampil dalam Debat Publik Pemilihan Kepala Daerah 2024 di Hall Grand Meranti, Selatpanjang, Senin (4/11/2024).

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Debat Publik Pemilihan Kepala Derah (Pilkada) 2024 Kepulauan Meranti diwarnai saling sindir antara empat pasangan calon (paslon) di Hall Grand Meranti, Senin (4/11). Namun, debat dengan tema “Penguatan Tata Kelola Pemerintahan dan Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat Kepulauan Meranti yang Madani” ini berakhir damai dan tertib.

Jelang helat dimulai pada pukul 20.00 WIB, paslon tiba bergilir di lokasi sesuai dengan waktu yang telah diatur oleh panitia. Yang pertama tiba adalah paslon no­mor urut 2 Mahmuzin Taher dan Iskandar Budiman. Mereka kompak hadir dengan jaket warna coklat.

Setelah itu disusul paslon nomor urut 1 Asmar-Muzamil yang kompak menggunakan kemeja safari putih berlengan panjang. Selanjutnya, tiba paslon nomor urut 4 Masrul Kasmy dan Fauzi Hasan yang tampak mengenakan baju kurung Melayu warna putih dengan pinggang dililit kain songket.

Sementara yang terakhir datang adalah paslon nomor urut 3 Basiran dan Yulian Norwis. Mereka juga kompak dan serasi menggunakan kemeja safari warna biru muda.

Sebelum masuk ke arena debat, empat paslon terlebih dahulu melakukan video booth yang telah disiapkan oleh penyelenggara yang dipandu moderator Vivin Anjadi Suwito dengan 4 panelis yang terdiri dari akademisi, praktisi, dan profesional.

Em­pat panelis tersebut adalah DR Panca Setyo Prihatin SIP MSi(Dosen Universitas Islam Riau), DR Moris Adidi Yogia SSos MSi (Dosen Universitas Islam Riau), Rendy Prayuda SSos MSi (Dosen Universitas Islam Riau) dan DE Sudianto SSos MIKom (Dosen Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau).

Debat sesi pertama diisi oleh penyampaian visi dan misi serta program kerja dari masing-masing paslon. Dari beberapa sesi yang sedikit menggelitik ketika masuk pada sesi kedua yang diisi dengan menjawab pertanyaan dan ditanggapi oleh paslon lain.

Adapun pertanyaan dari panelis menyinggung subtema tentang Sumber Daya Manusia. Pada sesi ini, Calon Bupati Kepulauan Meranti nomor urut 1 Asmar diminta untuk membeberkan strategi dalam menangani fenomena migrasi penduduk. Terutama bagi kaulamuda yang pindah dari desa ke perkotaan untuk mencari pekerjaan lebih baik sehingga berdampak pada berkurangnya tenaga produktif di daerah setempat dan ketergantungan ekonomi pada kelompok usia yang lebih tua. 

Menjawab itu, Asmar menerangkan jika terpilih pada periode ini, mereka paslon nomor urut 1 akan mengundang para investor untuk berinvestasi di kabupaten termuda Riau itu sehingga membuka peluang yang lebar terhadap lapangan pekerjaan.

“Dengan demikian, anak Meranti bisa bekerja di kabupaten saja. Tidak perlu lagi ke luar negeri. Untuk itu, pilih kami berdua, Berazam, Asmar dan Muzamil. In sya Allah Meranti unggul agamis dan sejahtera,” ujarnya.

Setelah itu, tiga calon bupati lainnya diminta untuk menanggapi strategi Asmar menghadapi persoalan tersebut. Tanggapan pertama datang dari Cabup nomor urut 2 Mahmuzin Taher. Namun ketika kesempatan itu diberikan Mahmuzin lebih membeberkan strategi ketimbang tanggapan.

“Memasuki era digital, genarasi muda harus diberi space tersendiri agar mereka bisa bekerja dengan maksimal. Salah satu caranya harus beradaptasi dengan industri luar. Hari ini tidak semua masyarakat bisa beradaptasi di era digital. Inilah salah satu program yang akan kita jemput. Meranti harus digitalisasi,” ujarnya.

Langkah yang sama turut dilakukan Cabup nomor urut 3 Basiran. Dirinya tidak menanggapi, namun memberikan solusi atas kondisi tersebut dengan menciptakan lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya bagi masyarakat setempat.

“Tentu ini dampak kekurangan lapangan pekerjaan di daerah kita sehingga anak-anak kita terpaksa bekerja di Malaysia. Oleh karena itu lapangan pekerjaan harus diciptakan sedemikian rupa. Basiran dan Yulian, ada Prabowo sebagai Presiden, in sya Allah kami akan menciptakan lapangan pekerjaan yang banyak,” terangnya.

Dari pantauan Riau Pos, tanggapan menarik datang dari Cabup nomor urut 4 Masrul Kasmy. Dalam kesempatan itu, Masrul menyinggung dan menyindir kinerja Asmar ketika menjabat sebagai kepala daerah sebelumnya. Masrul menilai migrasi penduduk produktif akibat rendahnya nilai investasi Kepulauan Meranti saat ini sehingga berdampak pada minimnya ketersediaan lapangan pekerjaan.

“Yang harus dilakukan ini dengan membangun infrastruktur. Karena infrastruktur akan mendatangkan investasi. Jalan bagus, listrik tersedia, air bersih, pelabuhan bagus tentu akan mendatangkan investasi sehingga uang akan berputar di daerah kita. Jadi kekuatan investasi inilah yang mampu mendorong terbukanya lapangan pekerjaan,” beber Masrul.

Menangganggapi pernyataan dari tiga paslon lain, Asmar lebih memilih untuk merespons tanggapan dari Masrul Kasmy dengan nada yang berapi-api. Tak hanya sampai di situ ia juga menyapa Masrul dengan panggilan bro.

“Saya mau menanggapi paslon nomor urut empat. Yang disampaikan oleh bro kita ini (Masrul, red), sudah jalan bro. Jalan yang ada di Meranti ini sudah bagus bro. Alai-Mengkikip sudah bagus bro. Tanjung Samar-Repan juga sudah bagus bro. Termasuk juga jalan Tebingtinggi Timur di Lukun sudah bagus semuanya. Justru itu saya berharap kepada masyarakat pilih yang nyata-nyata aja bro. Yang jelas dan nampak di depan mata kita,” ungkap Asmar sembari tersenyum.

Masuk pada sesi ketiga yang lebih menyoroti pendalaman visi dan misi serta program kerja, di mana tampak mirip seperti sesi kedua. Hanya saja kali ini pertanyaan dan tanggapan dilakukan bagi calon wakil bupati dengan subtema infrastruktur.

Dalam hal ini, Muzamil diminta untuk menjawab langkah mereka menyikapi buruknya kondisi jalan yang tersebar di Kepulauan Meranti dalam lima tahun ke depan. “Infrasruktur menjadi urat nadi ekonomi yang sangat penting. Kalau kami terpilih, kami akan memulai pembangunan dari desa hingga ke kota,” ujarnya.

Dengan demikian menurutnya kebijakan tersebut akan berdampak pada kelancaran mobilitas aktivitas sehingga berdampak pada penguatan ekonomi masyarakat secara luas. “Makanya saya dan Pak Asmar sepakat untuk melanjutkan yang sudah baik dan memperbaiki atas apa yang kurang baik lagi,” sebutnya.

Jawaban Muzamil terhadap pertanyaan itupula ditanggapi oleh Calon Wakil Bupati nomor urut 2 Budiman dengan lantang. Menurut Budiman seluruh jalan yang tersebar di Kepulauan Meranti rusak. “Jalan di Meranti tidak lagi dibilang baik. Semua rusak. Saya tahu persis itu. Jadi ada tupoksi provinsi, ada kerjaan kabupaten dan pusat. Jadi jangan mengklaim kalau kita ngerjain,” katanya. 

Untuk itu jika mereka terpilih, Budiman mengaku pasangannya akan menjaga etika, paling tidak membangun komunikasi agar terciptanya kolaborasi baik antara kabupaten, provinsi dan pusat. “Kolaborasi untuk membangun Meranti. Ruas jalan provinsi akan dibangun dalam lima tahun mendatang, jalan kabupaten akan diselesaikan dengan tugas dan fungsi kami sebagai bupati dan wakil bupati. Ini kewajiban dasar yang harus diselesaikan,” ujarnya. 

Kesempatan selanjutnya diberikan kepada Calon Wakil Bupati nomor urut 2 Yulian Norwis. Namun pada kesempatan ini Yulian tidak menanggapi, melainkan mengambarkan langkah mereka ketika terpilih menyikapi buruknya kondisi jalan yang tersebar di Kepulauan Meranti dalam lima tahun ke depan.

“Kita bangun infrastruktur dengan menyisihkan pembiayaaan untuk pembangunan jalan supaya ekonomi berjalan dengan baik ke depan. Itu saja,” ujarnya.

Hampir senada dengan paslon nomor urut 1. Tidak menananggapi, namun kesempatan yang diambil Calon Wakil Bupati nomor urut 4 Fauzi Hasan hanya membeberkan jurus mereka menyikapi kondisi jalan di Kepulauan Meranti dalam lima tahun ke depan.

Dalam hal ini, dirinya juga akan memperkuat koodinasi dari seluruh lini. “Kita maklumi Meranti kurang infrastruktur. Kita harus akui itu. Jika kami diizinkan memimpin ke depan, kami akan membangun komunikasi aktif. Kami akan lobi bersama jaringan kami dari partai politik yang duduk di Senayan dan provinsi,’’ ujarnya. 

‘’Selain itu, kami akan mengambil semua partisipasi masyarakat, mahasiswa, dan LSM untuk memberi sumbangsih pikiran bersama menjemput APBN dan dana provinsi. Itu harus dilakukan jika ingin Meranti hebat,” bebernya.

Setelah sesi tersebut jalannya debat berlangsung dingin. Empat paslon saling mendukung dan membenarkan jawaban, tanggapan sampai akhir debat ditutup dengan closing statement, bersalaman hingga saling salaman.(wir)

Editor : Rindra Yasin
#debat publik #calon bupati meranti #pilkada meranti #Debat Pilkada 2024