Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pembangunan Rampung, Pelabuhan Penyagun Belum Beroperasi

Wira Saputra • Selasa, 11 Februari 2025 | 10:10 WIB

Kondisi Pelabuhan Penyagun, Kecamatan Rangsang, Kepulauan Meranti belum beroperasi, meski telah rampung dibangun sejak akhir 2024 lalu.
Kondisi Pelabuhan Penyagun, Kecamatan Rangsang, Kepulauan Meranti belum beroperasi, meski telah rampung dibangun sejak akhir 2024 lalu.

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Hingga saat ini, Pelabuhan Penyagun, Kecamatan Rangsang, Kepulauan Meranti belum beroperasi meskipun telah rampung dibangun sejak akhir 2024 lalu. Padahal pelabuhan yang menelan anggaran tidak kurang dari Rp3 miliar ini cukup dinantikan warga setempat mengingat fasilitas itu menjadi satu-satunya oleh warga. 

Hal ini tak dibantah Kabid Prasarana dan Keselamatan Dinas Perhubungan (Dishub) Kepulauan Meranti Ade Js Putra ST MEng kepada Riau Pos, Senin (10/2).

Menurutnya, pembangunan rampung pada Desember 2024 lalu dengan batas masa pengerjaan tidak lebih dari enam bulan.

“Mulai Mei, selesai pada Desember 2024 lalu. Sebenarnya sudah bisa digunakan oleh masyarakat setempat, namun secara etika belum bisa dioperasionalkan,” tuturnya. 

Kondisi tersebut karena pembangunan yang dilaksanakan oleh pihak ketiga belum sepenuhnya dibayarkan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Kepulauan Meranti baru merealisasikan pembayaran 70 persen dari Rp3 miliar total pagu yang telah disediakan. 

“Realisasi keuangan baru 70 persen yang dibayarkan oleh Pemkab Kepulauan Meranti. Masih ada 30 persen lagi atau Rp1 miliar dari total pagu,” ujarnya.

Menurutnya, proses pencairan tahap kedua terhambat oleh persediaan keuangan pada akhir tahun anggaran 2024. Sehingga proses pembayaran masuk dalam skema tunda bayar oleh pemerintah daerah setempat pada tahun anggaran 2025 ini. 

Namun ia belum bisa memastikan kapan sisa pengerjaan dapat dibayarkan oleh pemerintah daerah setempat. Proses pencairan tahap kedua masih dikaji oleh TAPD.

“Sisa pencairan tahap kedua masih dikaji. Karena masuk dalam skala tunda bayar. Saat ini masih di review. Jika memang kondisi keuangan baik tentu akan dibayarkan dalam waktu dekat, jika tidak artinya akan dibayarkan pada APBD Perubahan 2025 mendatang,” ungkapnya.(gem)

Editor : Arif Oktafian
#Selat Panjang #pelabuhan penyagun #kepulauan meranti #fasilitas umum belum dibuka