Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Belasan Kasus DBD Mulai Ancam Meranti

Gema Setara • Jumat, 28 Februari 2025 | 11:22 WIB

Petugas dari UPT Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti saat melakukan pengasapan di salah satu sekolah di Kepulauan Meranti, belum lama ini.
Petugas dari UPT Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti saat melakukan pengasapan di salah satu sekolah di Kepulauan Meranti, belum lama ini.

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO)- Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai mengancam masyarakat di Kepulauan Meranti, bagaimana tidak, jumlah penderita hingga Rabu (26/2) sudah mencapai 12 orang. 

Jumlah tersebut meningkat dari 2024 lalu. Di mana hingga akhir Februari 2024 jumlah penderita DBD hanya enam kasus.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti Widya Nengsih, Rabu (26/2). 

Ia mengaku, lingkungan dan siklus hujan yang tidak menentu menjadi salah satu penyebab, termasuk juga masih minimnya kesadaran masyarakat untuk dapat menjaga dan membersihkan lingkungan.

“Memang, jika dibandingkan data per bulan Februari tahun lalu, terjadi peningkatan. Peningkatan ini, salah satunya siklus hujan yang tak menentu dan lingkungan. Sehingga nyamuk aedes aegepty mudah bersarang dan berkembang. Untungnya juga belum ada korban jiwa,” ungkapnya.

Dirincikannya, dari 12 kasus DBD per 26 Februari 2025 ini, sebanyak 8 kasus di Bulan Januari dan 4 kasus di Februari. “Januari sebanyak 4 kasus dari wilayah kerja Puskesmas Selatpanjang, 1 kasus dari Puskesmas Alahair dan 3 kasus dari Puskesmas Alai. Sedangkan di Februari, 2 kasus dari Puskesmas Selatpanjang dan 2 kasus lagi dari Puskesmas Alahair,” ujarnya.

Seluruh kasus DBD tahun ini, tambah Widya sudah dilakukan penelitian epidemologi, termasuk melakukan upaya foging untuk membunuh nyamuk penyebab DBD. “Kami juga melakukan pemberian bubuk abate ke masyarakat, serta mengajak masyarakat melalui perangkat kecamatan, desa dan puskesmas untuk menyosialisasikan pencegahan DBD kepada masyarakat,” terangnya.

Masyarakat harus bisa mencegah melalui upaya 3M plus. Yakni, mengubur kaleng bekas yang bisa jadi wadah menampung air, menutup rapat tempat penampungan air dan membersihkan secara rutin tempat penampungan air.(gem)

Editor : Arif Oktafian
#Upaya 3M #pencegahan DBD #kepulauan meranti #kesadaran masyarakat #Penyakit DBD