SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Bupati Kepulauan Meranti AKBP Purn H Asmar beberkan angka terbaru tingkat kemiskinan yang menerpa Kepulauan Meranti, sejauh ini.
Hal itu disampaikan Asmar ketika membuka Kick-Off dan Forum Konsultasi Publik Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025-2029, yang berlangsung Afifa Ballroom Selatpanjang, Senin (10/3/2025).
Di sana, Asmar menyampaikan beberapa hal permasahan dan isu strategis yang perlu segera di intervensi. Seperti tingkat kemiskinan yang masih tinggi di angka 23,15 persen.
Selain itu prevalensi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih rendah yaitu pada angka 69,64 poin.
Kemudian angka pertumbuhan ekonomi yang relatif masih rendah yaitu pada angka 4,81 persen.
Hal itu diperparah oleh tingkat pengangguran terbuka masih cukup tinggi dan diatas rata-rata Provinsi Riau, yaitu di angka 4,51 persen, dan beberapa permasalahan lainnya yang harus dicarikan jalan keluarnya.
Asmar mengungkapkan, untuk menjawab segala permasalahan pembangunan yang telah disebutkan, telah disusun rumusan tujuan, sasaran dan program pembangunan daerah sebagai penjabaran dari Visi dan Misi Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2025-2029.
"Rumusan tersebut akan dikonsultasikan kepada para anggota DPRD dan para pemangku kepentingan pembangunan lainnya, guna menghimpun aspirasi atau harapan masyarakat untuk kemudian menjadi bahan masukan dalam penyempurnaan rancangan awal RPJMD Kabupaten kepulauan Meranti Tahun 2025-2029," katanya.
Namun demikian, Bupati Asmar menyadari bahwa rumusan tujuan, sasaran dan program pembangunan daerah tersebut masih sangat mungkin memiliki kekurangan dan kekeliruan.
"Untuk itu, kami mengharapkan tanggapan dan masukan dari para hadirin sekalian untuk kesempurnaan RPJMD Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2025-2029, karena keberhasilan pembangunan Kepulauan Meranti membutuhkan kolaborasi dan dukungan semua pihak," tuturnya.
Laporan Wira Saputra (Selatpanjang)
Editor : M. Erizal