Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Wah! Harga Santan di Meranti Tembus Rp35 Ribu Per Kilogram, Ini Luar Biasa

Wira Saputra • Rabu, 16 April 2025 | 16:04 WIB

Pedagang menuangkan santan ke kantong plastik di Pasar Pagi Arengka Pekanbaru, Senin (14/4/2025).
Pedagang menuangkan santan ke kantong plastik di Pasar Pagi Arengka Pekanbaru, Senin (14/4/2025).

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) -- Kepulauan Meranti diwanai situasi kelangkaan buah kelapa hingga menyebabkan harga santan naik berlipat kali ganda dari harga biasa.

Dari pantauan Riaupos.co di lapangan, harga santan atau pati kelapa murni sudah menyentuh Rp35 ribu dari harga normal Rp22 ribu per kilogram.

Kondisi ini turut mengundang keluhan dari warga Selatpanjang, Pusat Kepulauan Meranti. Menurut mereka kenaikan tersebut tidak lagi bisa dianggap wajar. Demikian disampaikan Deni salah seorang warga kepada wartawan, Rabu (16/4/2025) siang.

Menurtunya, harga santan murni di pasar yang tersebar di daerahnya jauh belih mahal dari Pekanbaru yang hanya berkisar Rp22 ribu per perkilogramnya.

"Luar biasa. Tidak wajar. Jauh sekali naiknya. Di Pekanbaru saja rata-rata Rp22 ribu per kilogramnya. Di Meranti masak Rp35 ribu setiap kilonya," beber Deni ketika ditemui Riaupos.co.

Kondisi ini menjadi suatu masalah besar bagi usaha yang sedang ia lakoni. Sebagai pemilik usaha kue tentu cukup berdampak pada bisnis rumahan yang sedang ia bangun.

Untuk itu ia berharap peran dari pemerintah mengingat kelapa menjadi salah satu komuditas unggulan setelah komuditas sagu.

Situasi itu turut diakui oleh Kepala Dinas Perindusterian dan Perdagangan (Disperindag) Kepukauan Meranti Marwan. Menurutnya kenaikan harga santan disebabkan oleh tingginya permintaan buah kelapa dari negara tetangga, seperti Malaysia.

Dominan petani kelapa lokal lebih memilih mengekspor buah kelapa ketimbang harus mengakomudir kebutuhan pasar lokal. Pasalnya harga jual buah kelapa dunia merangkak naik dari biasa.

"Memang harga kelapa dunia sedang naik. Jadi petani lokal berbondong bondong mengespor hasil panennya sehingga meningkatnya harga kelapa di pasar lokal," ungkapnya.

Marwan mengaku bahwa jual buah kelapa di tingkat petani yang biasanya Rp1.800 per kilogram, sekarang sudah Rp5.300 sampai 5.600 per kilogram.

Menyikapi kondisi itu Marwan mengaku serba salah. Jika harga kelapa naik akan berdampak berat kepada warga, namun berdampak baik bagi petani lokal.

"Untuk itu saat ini Pemkab Kepulauan Meranti belum bisa melakukan pembatasan impor mengingat ini adalah masa para petani kelapa lokal," ujar Marwan.

Selain harga jual tinggi, juga dipicu oleh berkurangnya hasil panen petani. Biasa berbuah lebat sekarang trek, buahnya sedikit. "Kendala lain di Meranti, batang kelapa sudah tidak produktif dan rusak dan perlu diremajakan lagi," tuturnya.

Editor : Rinaldi
#ekspor kelapa #Santan Kelapa #selatpanjang