SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kepulauan Meranti meningkat tajam dalam beberapa bulan terkhir. Bahkan sebaran kasus DBD dari Januari hingga Mei 2025 ini lebih tinggi dari jumlah kasus yang terjadi sepanjang 2024 lalu. Pasalnya dalam pekan ini saja, terdapat empat kasus tersebar di Kecamatan Tebingtinggi sebagai lokasi terdampak.
Menindaklanjuti siatuasi tersebut, Wakil Bupati Kepulauan Meranti Muzamil Baharudin minimalisir tambahan kasus dengan memimpin langsung Tim Fogging DBD di area risiko, Selasa (27/5/2025) pagi.
Beberapa lokasi menjadi titik prioritas penyemprotan. Lokasi pertama sekitaran Jalan Imamah, Kartini. Sementara lokasi kedua berada di sekitaran Jalan Muzafar, Kecamatan Tebingtinggi.
Khusus di Jalan Muzafar, sebelum perintah fogging dilakukan, Muzamil Baharudin bersama tim menyempatkan diri mengunjungi rumah dan menyapa korban yang sedang melalui masa penyembuhan.
"Menindaklanjuti laporan dari masyarakat yang dikonfirmasi langsung Direktur RSUD dan Kepala Dinas Kesehatan. Makanya pada hari ini kami langsung turun memimpin tim fogging di lapangan sebagai langkah pencegahan tambahan kasus," ujarnya
Ketika itu ia tidak hanya tidampingi oleh jajaran OPD terkait. Langkah tersebut juga diikuti oleh jajaran aparat kepolisan dan TNI di area risiko BDB, sekaligus mensosialisasikan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan tinggal.
"Kita tidak bisa membiarkan DBD terus meluas. Fogging penting, tapi yang lebih penting adalah kesadaran bersama menjaga lingkungan. Saya minta camat, lurah, hingga RT dan RW aktif menggerakkan warganya," ujar Muzamil dengan nada serius, namun penuh empati.
Menurutnya, gerakan seperti pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M-Plus tidak akan berjalan efektif tanpa peran aktif warga. Untuk itu partisipasi masyarakat merupakan kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari penyakit.
"Pemerintah hanya bisa mendampingi, tetapi peran utama tetap berada di tangan warga," teranganya.
Pasalnya dari laporan yang ia terima melalui jajaran Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti total kasus hingga pertengahan tahun ini sudah mencapai 46 kasus.
Dari jumlah tersebut 37 kasus terjadi di Kecamagan Tebingtinggi, Pusat Kepulauan Meranti. Meskipun demikian belum anggap sebagai kejadian luar biasa.
"Namun perlu langkah antisipasi mengingat jumlah kasus tahun ini lebih tinggi dari tahun sebelumnya, atau 2024 lalu sebanyak 31 kasus," ungkap Muzamil.(wir)
Editor : Edwar Yaman