Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Hingga Pertengahan 2025, Sebanyak 72 dari 195 Pengidap HIV dan AIDS di Kepulauan Meranti Meninggal Dunia

Wira Saputra • Kamis, 5 Juni 2025 | 23:05 WIB

Ilustrasi. Jumlah pengidap HIV dan AIDS di Kabupaten Kepulauan Meranti tercatat sebanyak 195 kasus, 72 di antaranya telah meninggal dunia.
Ilustrasi. Jumlah pengidap HIV dan AIDS di Kabupaten Kepulauan Meranti tercatat sebanyak 195 kasus, 72 di antaranya telah meninggal dunia.


SELATPANJANG(RIAUPOS.CO) - Terhitung dari 2014 hingga pertengahan 2025, jumlah pengidap HIV dan AIDS di Kabupaten Kepulauan Meranti tercatat sebanyak 195 kasus. 72 di antaranya telah meninggal dunia.

Informasi ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kepulauan Meranti, M Fahri, ketika ditemui di ruang kerjanya.

Kata Fahri, hingga saat ini, warga Kota Sagu yang terdeksi positiv HIV dan AIDS sebanyak 195 orang. Parahnya lagi, pengidap penyakit memalukan ini tersebar di seluruh kecamatan se-Kepulauan Meranti.

"Kalau kasus HIV dan AIDS ini pasti meningkat. Sebab, HIV ini kan tidak bisa sembuh," beber Fahri, Kamis (5/6/2025).

Dijelaskan Fahri, untuk di Kepulauan Meranti, kasus HIV dan AIDS pertama kali terdeteksi pada tahun 2014 silam. Kemudian meningkat dari tahun ke tahun sehingga tercatat mencapai 195 orang yang positif.

"Sejauh ini, dari data yang kita miliki, 72 orang yang positif HIV dan AIDS sudah meninggal dunia," ujar Fahri.

Fahri mengakui, mereka sangat sulit mendeteksi warga yang positif HIV dan AIDS. Hal ini disebabkan tak banyak orang yang ingin melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas maupun rumah sakit.

Mereka baru bisa tahu pengidap HIV dari wanita hamil yang melakukan pemeriksaan rutin dan data dari rumah sakit di luar daerah Kepulauan Meranti.

"Ada warga positif HIV berobat di luar daerah. Data itu masuk ke kita," kata Fahri.

"Bahkan saat ini ada sekitar 17 orang positif HIV sulit betul kita telusuri. Dia warga sini, tapi berpindah-pindah," beber Fahri.

Fahri mengakui hingga saat ini belum ada vaksinasi untuk penyakit HIV dan AIDS. Yang ada hanya obat yang harus dikonsumsi rutin guna mengurangi virus dan untuk bertahan hidup saja.

"Penanganan kita masih sebatas memberi obat rutin, dan mengimbau saja," ujar Fahri.

Dijelaskan Fahri, virus yang menyebabkan HIV ini menyerang daya tahan tubuh. Ketika sudah terserang, penyakit akan mudah masuk ke badan.

Dengan masuknya virus itu lah, lama kelamaan kondisi akan semakin memburuk dan menjadi AIDS.

Sementara itu, dijelaskan Fahri lagi, untuk anak yang dilahirkan dari ibu hamil yang positif HIV tidak otomatis akan tertular. Katanya, selama dikandungi, anak tersebut aman dari virus. Di beberapa kasus, HIV menjangkiti anak ketika di jalan lahir.

"Itulah kuasa Allah, selama dalam kandungan anak akan aman. Kadang terinveksinya ketika di jalan lahir, misalnya tertelan cairan. Tapi kita ingatkan terus agar mereka rutin minum obat dan sesuai anjuran protap," kata Fahri.

Laporan Wira Saputra (Selatpanjang)

Editor : M. Erizal
#pengidap hiv/aids #kepulauan meranti #penderita AIDS di Meranti #pengidap hiv aids