Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Harimau Pemangsa Sapi Teridentifikasi Bernama Sampale

M Amin Amran • Senin, 7 Juli 2025 | 12:40 WIB

Ilustrasi. Setelah sejumlah ternak diduga diserang, BBKSDA Riau segera memasang box trap atau perangkap di lokasi kemunculan Harimau Sumatera di Teluk Belengkong, Inhil.
Ilustrasi. Setelah sejumlah ternak diduga diserang, BBKSDA Riau segera memasang box trap atau perangkap di lokasi kemunculan Harimau Sumatera di Teluk Belengkong, Inhil.


TELUKMERANTI (RIAUPOS.CO) - Balai Konservasi Sumber Da­ya Alam (BKSDA) Riau memasang dua unit kamera trap atau kamera penjebak untuk me­ngidentifikasi harimau Sumatera yang memangsa ternak sapi milik warga Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti pada 30 Juni yang lalu.

Bahkan, untuk menangkap hewan buas bernama latin panthera tigris sumatrae ini, tim penyelamatan satwa BBKSDA Riau melalui Seksi KSDA Wilayah I Resort Kerumutan Utara juga telah memasang box trap atau kandang jebak di lokasi kejadian, serta melakukan upaya mitigasi.

”Ya,kita telah memasang dua unit kamera trap dan kandang jebak di lokasi untuk menangkap harimau itu dan dipindahkan ke habitatnya. Hal ini mengingat di lokasi tersebut berdekatan dengan permukiman warga dan lokasi juga merupakan HTI perusaahan di Distrik Merawang,” terang Kepala BBKSDA Riau, Supartono S.Hut MP, Ahad (6/7).

Diungkapkan Supartono, dari hasil pemantauan kamera trap tersebut di lokasi sapi yang mati, diketahui adanya kemunculan harimau itu. Hanya saja, satwa berbadan belang berukuran hesar itu terkesan tak mau masuk ke dalam kandang jebak atau box trap yang ditutupi daun-daun dan di tempatkan di sekitar TKP dengan umpan.

”Memang harimau itu muncul dan mendekati kandang besi yang kita pasang. Tapi ya itu tadi, satwa itu enggan masuk ke kandang jebak yang kita pasang di lokasi. Sehingga sampai saat ini harimau itu belum berhasil kami tangkap,” paparnya.

Dijelaskan Kepala BBKSDA Riau bahwa, harimau sumatera yang muncul di kamera trap tersebut, telah teridentifikasi sebagai individu bernama Sampale yang sebelumnya juga beberapa kali terpantau di kawasan tersebut. Lokasi itu merupakan kawasan pemukiman penduduk. Hanya saja, sapi yang menjadi korban merupakan ternak liar yang tidak dikandangkan oleh pemiliknya.“Sehingga rentan menjadi sasaran satwa liar, termasuk harimau sumatera,” ujarnya.

Ditambahkan Supartono, pihaknya memastikan bahwa satwa ganas yang menerkam sapi warga itu, bukan harimau yang menyerang pekerja HTI hingga tewas di Distrik Merawang Desa Pulau Muda, beberapa waktu lalu.(amn)

Editor : Rindra Yasin
#bksda riau #harimau sumatera #teluk meranti