SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) -- Setelah perbaikan tiga unit pembangkit di PLN ULP Selatpanjang selesai dan telah beroperasi kembali, kini menyusul dua mesin pembangkit lain rusak lagi.
Dampak kondisi tersebut, skema pemadaman bergilir masih menjadi opsi, khususnya pada waktu pemakaian beban puncak yang tak mampu ditampik oleh Manajer PLN ULP Selatpanjang, Dalie Priasmoro.
"Total daya dari seluruh mesin kita menacapai 13 MW. Kemarin tiga pembangkit rusak. Setelah berhasil diperbaiki, kini dua pembangkit yang lain mengalami kerusakan. Dengan begitu kita kehilangan sekitar 1,2," bebernya, kepada Riaupos.co, Selasa (12/8/2025).
Dalie merincikan dua pembangkit yang baru rusak berkapasitas 700 KVa dan 500 KVa. Ia mengestimasikan waktu yang dibutuhkan untuk perbaikan dua pembangkit ini sekitar 30 hari kerja. "Mudah-mudahan, paling lama sebulan kedepan bisa kembali baik," tambahnya.
Lebih jauh, Dalie menuturkan pemadaman nantinya dilakukan sebagai upaya terakhir. Namun jika memang bisa di backup oleh pembangkit, tidak akan dilakukan pemadaman.
Sebab, beban daya listrik di Kota Selatpanjang dan sekitarnya sebesar 11,7 MW sampai dengan 12,5 MW. Jika saat cuaca panas, kapasitas pemakaian akan maksimal.
"Tetapi saat kondisi cuaca dingin atau hujan, maka pemakaian listrik masyarakat akan menurun," ungkapnya.
Seperti diulas Riaupos.co sebelumnya, PLN ULP Selatpanjang, masih melakukan pemadaman bergilir sejak 7 Juni 2025 lalu. Pemadaman bergilir dilakukan pasca sejumlah mesin pembangkit dinyatakan mengalami kerusakan.
Manajemen pemadaman mulai pukul 17.30 hingga 23.00 WIB secara bergilir setiap pelanggan dalam dua pekan sekali. Langkah itu terpaksa ditempuh karena beban puncak melebihi batas daya mampu pembangkit. Sementara perbaikan masih berlangsung saat ini.
Editor : Rinaldi