SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) -- Tim SAR Gabungan masih melalukan pencarian Nizar alias Ari (49), nelayan asal Kepulauan Meranti yang hilang setelah kapalnya karam akibat ditabrak tugboat di perairan Desa Gayung Kiri.
Harapan keluarga dan warga Kecamatan Rangsang Pesisir, masih tertuju pada hasil pencarian dari unit gabungan tersebut hingga memasuki hari keempat Selasa (2/9/2025). Namun keberadaan korban belum juga ditemukan.
Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Herrie mengaku telah memperluas titik pencarian hingga memasuki Perairan Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau (Kepri).
Operasi pencarian melibatkan tim gabungan dari Basarnas, TNI AL, Polairud, BPBD, hingga nelayan setempat. Pencarian dilakukan siang dan malam dengan perahu karet serta kapal patroli.
"Memasuki hari keempat, area pencarian sudah kami perluas hingga ke perairan Tanjung Balai Karimun. Namun hingga sore ini korban belum ditemukan. Pencarian akan terus kami lakukan, sesuai prosedur hingga batas waktu yang ditentukan," jelas Prima Herrie.
Cuaca yang berubah-ubah dan arus laut yang deras menjadi tantangan besar di lapangan. Namun, semangat tim SAR tidak surut. Warga setempat bahkan ikut serta menyisir laut dengan perahu nelayan, berharap ada tanda-tanda keberadaan korban.
Sementara itu, keluarga korban yang menunggu di tepi laut tak kuasa menahan haru. Mereka masih menggantungkan harapan agar Nizar bisa segera ditemukan, apapun kondisinya. "Kami mohon doa dan dukungan dari semua pihak. Semoga pencarian ini segera membuahkan hasil," tambah Prima.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kapolsek Rangsang, Ipda Dominikus Turnip, menyebut bahwa insiden bermula saat Sujono dan Nizar hendak mengambil udang menggunakan kapal gumbang milik seorang nelayan bernama Apoi. Mereka berangkat 30 Agustus 2025 lalu, sekitar pukul 20.00 WIB dan berlabuh di perairan Sungai Gayung Kiri untuk menunggu air pasang.
"Sekitar pukul 01.00 WIB, sebuah kapal tugboat yang menarik tongkang melintas di jalur yang sama. Saat mencoba menghindar, kapal nelayan tidak sempat menghindar dan dihantam tongkang hingga tenggelam," ungkapnya.
Namun Sujono sempat melompat ke laut dan berteriak minta tolong. Ia kemudian ditemukan dan diselamatkan oleh dua nelayan lain, Pijan (60) dan Rian (28). Ketiganya sempat mengejar tugboat untuk meminta pertanggungjawaban dan bantuan pencarian. Namun, kapal tugboat tersebut meninggalkan lokasi tanpa penjelasan.
Hingga kini, pencarian terhadap Nizar masih dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan Polsek Rangsang, Basarnas, BPBD, TNI AL, Satpol Airud, pemerintah desa, serta masyarakat setempat.
Editor : Rinaldi