Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Suspek Monkeypox asal Meranti Jalani Isolasi Mandiri, Pemerintah Pastikan Situasi Terkendali

Wira Saputra • Senin, 22 September 2025 | 16:55 WIB
Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharuddin SM MM, saat konferensi pers “Press Release Suspect Monkeypox” di Ruang Rapat Melati, Kantor Bupati, Senin (22/9/2025).
Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharuddin SM MM, saat konferensi pers “Press Release Suspect Monkeypox” di Ruang Rapat Melati, Kantor Bupati, Senin (22/9/2025).

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO)- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti memastikan kondisi terkini kasus suspek Monkeypox (Mpox) di daerah itu tetap terkendali.

Dari dua santri Pondok Pesantren Darul Fikri yang sebelumnya dirawat intensif, satu di antaranya kini sudah diizinkan menjalani isolasi mandiri di rumah usai seorang lagi telah dinyatakan meninggal dunia.

Kabar ini disampaikan Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharuddin SM MM, saat konferensi pers “Press Release Suspect Monkeypox” di Ruang Rapat Melati, Kantor Bupati, Senin (22/9/2025).

“Alhamdulillah, satu orang suspek berinisial Z sudah bisa pulang. Ia menjalani isolasi mandiri dengan pengawasan ketat, dan kondisinya berangsur membaik,” ujar Muzamil.

Menurutnya, keputusan mengizinkan pasien pulang bukan tanpa pertimbangan. Tim medis menilai kondisi kesehatan Z sudah stabil sehingga cukup ditangani dengan isolasi mandiri di rumah. “Ini menjadi tanda bahwa penanganan kita berjalan baik dan memberi harapan bagi masyarakat,” tambahnya.

Meski satu suspek lainnya dinyatakan meninggal dunia, Dinas Kesehatan memastikan tidak ada penularan tambahan di lingkungan pesantren. Hasil penyelidikan epidemiologi juga menunjukkan kondisi tetap aman.

“Masyarakat tidak perlu panik, yang terpenting tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat,” tegas Wabup.

Muzamil menekankan bahwa meski belum ada penambahan kasus, kewaspadaan tetap harus dijaga sambil menunggu hasil laboratorium dari sampel yang sudah dikirim ke Jakarta. “Kita belum bisa memastikan apakah ini benar monkeypox atau bukan. Itu wewenang laboratorium. Namun yang jelas, tidak ada penularan baru hingga hari ini,” jelasnya.

Di tengah kecemasan masyarakat, Muzamil mengajak semua pihak untuk memperkuat persatuan serta saling mendukung dalam menghadapi situasi ini. “Musibah jangan dijadikan pemicu perpecahan. Justru harus menjadi alat pemersatu kita,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam kabar simpang siur. “Kalau ada isu, jangan cepat percaya. Ikuti informasi resmi pemerintah. Jangan sampai kita diadu domba dengan berita yang belum jelas,” tutupnya.

Dengan satu suspek kini menjalani isolasi mandiri, pemerintah daerah berharap langkah ini bisa meredakan keresahan masyarakat sekaligus menjadi sinyal bahwa kasus serupa dapat ditangani dengan baik di Kepulauan Meranti.

Laporan Wira Saputra (Selatpanjang)

Editor : M. Erizal
#Suspek cacar monyet di meranti riau #cacar monyet #kepulauan meranti #suspek cacar monyet