Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Hasil Negatif Mpox Bukan Akhir, Pemkab Meranti Perketat Gerbang Kesehatan Warga

Wira Saputra • Rabu, 24 September 2025 | 15:16 WIB
Pemeriksaan kesehatan gratis yang dimpimpin oleh Bupati H Asmar di salah satu sekolah yang berlangsung pada pertengahan bulan lalu.
Pemeriksaan kesehatan gratis yang dimpimpin oleh Bupati H Asmar di salah satu sekolah yang berlangsung pada pertengahan bulan lalu.

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) -- Kepanikan masyarakat Kepulauan Meranti akibat dugaan kasus cacar monyet (Monkeypox/Mpox) akhirnya mereda. Dua santri pondok pesantren, BS (13) dan Zu (17), yang sempat dinyatakan suspek, dipastikan negatif berdasarkan hasil laboratorium Biologi Kementerian Kesehatan di Jakarta.

"Alhamdulillah, hasil pemeriksaan menunjukkan keduanya negatif Monkeypox. Ini kabar baik bagi masyarakat yang sempat resah. Namun, kewaspadaan tetap harus dijaga," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, Rabu (24/9/2025).

Meski hasilnya melegakan, Pemkab Kepulauan Meranti tidak ingin kecolongan. Sejumlah langkah strategis dipastikan akan dijalankan pasca kasus ini.

Seperti pengawasan di pintu masuk perbatasan, mengingat Meranti berbatasan langsung dengan negara tetangga. Dinas Kesehatan bersama instansi terkait akan memperketat pengawasan kesehatan di pelabuhan dan pintu keluar-masuk daerah.

Pemantauan kesehatan kontak erat meski dinyatakan negatif, Diskes tetap melakukan tracing dan pemantauan bagi santri serta masyarakat yang pernah melakukan kontak dengan pasien. Hal ini untuk memastikan tidak ada penyebaran penyakit lain seperti cacar air (varisela).

Edukasi dan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat)

Pemkab akan menggencarkan sosialisasi ke masyarakat, terutama di pesantren dan sekolah, agar warga membiasakan hidup bersih, menjaga lingkungan, serta segera melapor ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala mencurigakan.

Dinas Kesehatan menegaskan bahwa Tim Gerak Cepat (TGC) siap siaga 24 jam untuk merespons setiap laporan kasus penyakit menular, termasuk berkoordinasi dengan rumah sakit dan Kemenkes.

Selain itu, RSUD Kepulauan Meranti dan puskesmas telah menyiapkan ruang isolasi, obat-obatan, hingga tenaga medis untuk memastikan penanganan cepat jika muncul kasus serupa di kemudian hari.

Ade Suhartian mengingatkan masyarakat agar tidak lengah meski hasil laboratorium menyatakan negatif. "Tidak perlu khawatir berlebihan, tapi tetap waspada. Antisipasi sudah kami lakukan sejak awal, mulai dari penyemprotan disinfektan, pembagian hand sanitizer, multivitamin, hingga masker. Harapan kami, ke depan tidak ada lagi penyakit yang meresahkan masyarakat," tegasnya.

Kepala UPT RSUD Kepulauan Meranti, Muhamad Sardi, juga meminta masyarakat tidak menunda pemeriksaan medis. "Untuk kasus penyakit menular, jangan menunggu parah baru ke rumah sakit. Segera periksa ke Puskesmas atau RSUD, karena fasilitas dan tenaga medis sudah siap," katanya.



Editor : Rinaldi
#mpox #Monkeypox di riau indonesia #monkeypox virus #cacar monyet #pemkab meranti #kesehatan warga #Cacar monyet di kab kep meranti riau