Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Makan Bergizi Gratis di Meranti Mendadak Dihentikan! Ribuan Siswa Jadi Korban Transisi Sistem

Wira Saputra • Selasa, 30 September 2025 | 12:40 WIB
Ilustrasi menu makanan di program makan bergizi gratis (MBG).
Ilustrasi menu makanan di program makan bergizi gratis (MBG).

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Kejutan tak menyenangkan menghantam dunia pendidikan Kepulauan Meranti. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini menjadi tumpuan ribuan pelajar, tiba-tiba dihentikan mendadak.

Alasannya, pergantian Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan proses peralihan virtual account yang belum rampung.

Padahal, program ini sudah menjangkau 11 sekolah dengan 2.995 siswa penerima manfaat di Kota Sagu. Namun sejak kemarin, dapur MBG resmi berhenti mengepul.

Kabar mengejutkan ini dibenarkan langsung oleh Koordinator Pelayanan SPPG Kepulauan Meranti, Suryani, saat dihubungi Riau Pos melalui pesan elektronik, Selasa (30/9/2025) siang.

"Program ini terpaksa kita hentikan sementara sejak kemarin, karena pergantian Kapala Satuan SPPG menjelang rampungnya peralihan virtual account," ungkapnya.

Suryani tak menampik bahwa keputusan pahit ini diambil lantaran tidak adanya persiapan teknis yang mengatur transisi sistem. Menurutnya, jika dipaksakan, hal itu bisa membuka celah terjadinya pelanggaran keuangan.

"Belum ada juknis yg mengatur itu. Sehingga ada arahan dari pimpinan untuk stop operasi terlebih dahulu sampai virtual account berubah kepada Kepala SPPG yang baru, agar tidak menjadi temuan nanti kedepannya," bebernya.

Ironisnya, ini bukan kali pertama program MBG di Kepulauan Meranti tersendat. Sebelumnya, program ini juga sempat terhenti karena persoalan administrasi.

"Pernah dihentikan. Karena peralihan administrasi. Awalnya kan sistem reimburse, belanja ditalangi oleh yayasan, tapi ada perubahan dari sistem talangan menjadi penggunaan virtual account," terangnya.

Meski belum berani memastikan kapan dapur MBG kembali bergulir, Suryani mencoba menenangkan publik dengan janji percepatan penyelesaian.

"Secepatnya, kalau virtual account sudah beralih akun kepada Kepala SPPG yang baru, maka akan segera dioperasionalkan kembali," ujarnya penuh harap.

Sebagai catatan, hingga kini program MBG baru menyentuh 11 sekolah di Kepulauan Meranti dengan jumlah penerima hampir 3 ribu siswa. Harapan masyarakat jelas, agar transisi ini tak berlarut-larut dan program yang menyangkut masa depan gizi generasi muda segera hidup kembali.

Laporan: Wira Saputra (Selatpanjang)

Editor : M. Erizal
#Makanan Bergizi Gratis (MBG) #kepulauan meranti #program mbg