SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) -- Kabupaten Kepulauan Meranti yang dikenal sebagai lumbung sagu terbesar di Indonesia kini semakin unjuk gigi lewat beberapa program inovasi pangan lokal.
Salah satu program tersebut digagas oleh Universitas Lancang Kuning (Unilak), Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), dan UMKM Tiga Putra.
Atas kolaborasi tersebut lahirlah produk beras analog berbasis sagu (BERNAS) yang siap menjadi alternatif sehat sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
Program pemberdayaan ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui skema DPPM (Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) tahun anggaran 2025.
Tim pelaksana dari Unilak dan Umri yang dipimpin oleh Desma Harmaidi SE MSi, bersama Anania Rahmah STP MSi dan Muhammad Qurthuby ST MT, menggelar sosialisasi dan pelatihan bagi petani sagu serta pelaku UMKM Mitra Tiga Putra, Selasa (30/9/2025).
Menurut Desma, pelatihan ini tidak hanya membahas cara meningkatkan kualitas produksi dan pengemasan BERNAS sesuai standar. Tapi juga memperkuat manajemen usaha, strategi pemasaran, hingga solusi atas kendala produksi seperti peralatan dan uji mutu.
"Alhasil BERNAS hadir dalam tiga varian menarik, Original – berbasis sagu murni, Beras Merah – kaya serat dan nutrisi, Jagung – sumber energi dengan cita rasa unik," ungkapnya.
Ketiga varian ini menurutnya dirancang untuk memenuhi selera pasar sekaligus menghadirkan pilihan pangan sehat dengan nilai gizi tinggi, terutama bermanfaat bagi penderita diabetes.
Tambahanya lagi, lebih dari sekadar produk, program BERNAS menjadi simbol ketahanan pangan lokal. Dengan mengolah sagu menjadi produk bernilai tinggi, masyarakat Meranti diharapkan tak hanya memperkuat ekonomi keluarga, tapi juga ikut mengurangi ketergantungan pada beras impor.
Dengan dukungan riset, sertifikasi mutu, dan strategi pemasaran modern (offline maupun online), BERNAS kini berpeluang besar tembus pasar nasional, bahkan internasional.
"BERNAS adalah bukti nyata bahwa dari tanah Meranti, sagu bisa naik kelas menjadi produk unggulan yang sehat, berkelanjutan, dan mendukung kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Editor : Rinaldi