SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) -- Tarik ulur panjang soal penetapan premi asuransi operasional kempang atau kapal penyeberangan antar pulau di Kepulauan Meranti akhirnya mencapai kesepakatan.
Titik temu itu tercapai setelah Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, turun langsung menjadi mediator dalam rapat bersama pengusaha kempang dan Jasa Raharja.
Sebelumnya, para pengusaha kempang sempat menilai iuran dana pertanggungan wajib kecelakaan penumpang dan kecelakaan lalu lintas memberatkan. Seperti ditegaskan oleh Ketua Asosiasi Pengusaha Kempang, Tarno.
"Kempang ini usaha kecil, bukan bisnis besar. Kami berharap kebijakan yang lebih ringan agar usaha ini tetap berjalan," tegasnya, Kamis (2/9/2025).
Pasca-melalui diskusi panjang yang dipandu langsung Wabup Muzamil, akhirnya disepakati bahwa besaran premi asuransi Jasa Raharja sebesar Rp700 ribu per bulan diterima oleh asosiasi, dengan masa percobaan tiga bulan.
Dalam arahannya, kehadiran Jasa Raharja bukan untuk menekan para pengusaha, melainkan memberikan rasa aman bagi penumpang. "Perlu dipahami bersama, Jasa Raharja ini hadir untuk memberikan santunan jika terjadi kecelakaan yang tentu saja tidak kita inginkan," ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Pemkab tidak pernah menarik retribusi dari operasional kempang. "Sebaliknya, pemerintah daerah justru berterima kasih atas keberadaan kempang yang telah membantu menggerakkan roda transportasi antar pulau di Meranti," tegasnya.
Muzamil menekankan, kebijakan harus mempertimbangkan karakteristik lokal. Dengan begitu usaha kempang tidak bisa disamakan dengan operator besar seperti di Merak yang kapasitas bisnisnya jauh lebih besar.
"Di Meranti sifatnya spesialis dan spesifik, tidak ada alternatif lain. Karena itu perlu ada keputusan yang bijak dan sesuai kemampuan pengusaha, tapi yang utama tetap keselamatan penumpang," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Cabang Jasa Raharja Dumai, Zaheed, menegaskan bahwa premi ini adalah bentuk perlindungan bagi seluruh pengguna kempang. "Kami hanya ingin memberikan jaminan perlindungan bagi penumpang dan kendaraan, termasuk jiwa masyarakat pengguna kempang," ujarnya.
Di ujung rapat, Muzamil kembali menegaskan pentingnya satu hal, keselamatan harus ditempatkan di atas segalanya. "Yang harus kita titik beratkan adalah keselamatan penumpang dan nyawa masyarakat Meranti. Itu yang paling utama," tutupnya.
Editor : Rinaldi