SELATPANJANG(RIAUPOS.CO)-Kbakaran yang melanda SMA Negeri 1 Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, masih menyisakan duka mendalam bagi dunia pendidikan di wilayah perbatasan itu. Namun perhatian cepat datang dari Pemerintah Provinsi Riau dan anggota DPRD Provinsi Riau dari Komisi V bersama perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Riau turun langsung ke lokasi musibah, Senin (6/10/2025).
Rombongan ini terdiri dari Indra Gunawan, Abdul Kasim, Pairus, Syafrudin Iput, Septina Primawati Rusli, dan Nasrol Akmal M.Ed. Turut hadir Kabid SMA Dinas Pendidikan Provinsi Riau, mewakili Kepala Dinas, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I, melihat langsung kondisi sekolah yang hangus terbakar pada 30 September 2025 lalu. Kepala SMAN 1 Tebingtinggi, Poyadi, mengucapkan terima kasih atas perhatian dan respons cepat pemerintah provinsi yang hadir.
“Musibah ini menjadi ujian berat bagi kami, tetapi kami siap menghadapinya dengan ikhlas dan semangat. Kami sangat mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Riau dan Kementerian Pendidikan,” ujarnya.
Baca Juga: Sempat Terhenti karena Urusan Teknis dan Pergantian Akun, Kini SPPG MBG Tebingtinggi Kembali Pulih
Poyadi mengungkapkan, bantuan berupa tenda darurat dari Direktorat Pendidikan Menengah saat ini sudah dalam perjalanan menuju Kepulauan Meranti.
“Enam unit tenda darurat sudah berada di Sumatera Barat dan diperkirakan tiba di Meranti dalam delapan hari ke depan,” jelasnya.
Dari data pihak sekolah, SMAN 1 Tebingtinggi memiliki 24 ruang belajar dengan jumlah siswa 787 orang. Untuk sementara, kegiatan belajar dialihkan ke ruang-ruang yang masih bisa digunakan.
Sementara itu, Kabid SMA Dinas Pendidikan Provinsi Riau yang hadir mewakili Kepala Dinas memastikan bahwa seluruh fasilitas yang rusak akan diperbaiki.
“Semua kerusakan akibat kebakaran akan direhabilitasi dan diganti sesuai kebutuhan sekolah. Kami juga sudah membawa tim konsultan untuk meninjau langsung kondisi bangunan,” jelasnya.
Pihaknya menegaskan bahwa usulan anggaran rehabilitasi SMAN 1 Tebingtinggi segera diajukan agar proses pembangunan dapat dimulai dalam waktu dekat.
Meski duka belum sepenuhnya hilang, semangat para guru dan siswa SMAN 1 Tebingtinggi untuk kembali belajar tidak surut. Dari reruntuhan bangunan yang terbakar, mereka mulai menata asa baru agar pendidikan di “Kota Sagu” tetap berjalan sebagaimana mestinya.(wir)
Editor : Edwar Yaman