Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

RS Pratama Penyagun Senilai Rp42 Miliar di Meranti Belum Tahu Pasti Kapan Beroperasi

Wira Saputra • Selasa, 7 Oktober 2025 | 20:10 WIB
Situasi RS Pratama Penyagun di malam hari tampak sepi.
Situasi RS Pratama Penyagun di malam hari tampak sepi.

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) -- Berdiri megah di antara hamparan kebun dan pemukiman warga Desa Penyagun, bangunan Rumah Sakit (RS) Pratama yang dibangun dengan dana hingga Rp42 miliar tersebut belum berfungsi.

Meski fisiknya sudah rampung dan resmi diserahterimakan dari rekanan kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, namun hingga kini rumah sakit tersebut belum juga beroperasi.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, tak menampik kondisi itu. Ia mengakui bahwa RS Pratama Penyagun, masih jauh dari kata siap untuk melayani masyarakat.

"Bangunannya sudah selesai, tapi belum bisa difungsikan karena belum dilengkapi peralatan kesehatan, moubeler, serta tenaga medis," ungkap Ade, Selasa (7/10/2025).

Selain itu, sambungnya, listrik juga belum masuk ke area rumah sakit, dan izin operasional masih dalam proses pengajuan. "Untuk ambulan sudah diusulkan tahun ini, tapi belum disetujui. Tahun depan (2026) akan kami ajukan lagi," ujarnya.

Pantauan di lapangan memperlihatkan kontras yang mencolok. Dinding bangunan tampak baru dicat, papan nama rumah sakit berdiri kokoh, namun halaman depan masih kosong dan berserakan sisa material pembangunan.

Tak ada tanda-tanda aktivitas medis, hanya keheningan di antara gedung-gedung yang seharusnya menjadi tempat orang mencari harapan dan kesembuhan.

RS Pratama ini dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2024 dengan nilai kontrak Rp42 miliar, oleh PT Sanur Jaya. Lokasinya berada di kampung halaman Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H Asmar.

Keberadaan rumah sakit ini sejatinya diharapkan menjadi jawaban atas keterbatasan layanan kesehatan di wilayah pesisir selatan Meranti. Namun harapan itu masih tertahan oleh sederet kekurangan teknis dan administrasi. Warga sekitar pun berharap pemerintah segera menindaklanjuti kelengkapan sarana dan tenaga medis agar rumah sakit tersebut tidak menjadi monumen diam di tengah desa.

 

Editor : Rinaldi
#rs pratama penyagun #Pemkab Kepulauan Meranti #Operasional Rumah Sakit