SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) -- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menggeliat, dampak tumbuhnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah kecamatan yang tersebar.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kepulauan Meranti, Suryani, menyebut SPPG yang telah beroperasi meliputi penerima manfaat MBG di tiga kecamatan.
Mulai dari Kecamatan Tebingtinggi yang mengakomodir penerima manfaat di 24 sekolah, Rangsang Barat 4 sekolah, dan Merbau 9 sekolah, dengan total keseluruhan 7.905 penerima manfaat.
"Jumlah ini belum final. Dalam waktu dekat, lima SPPG tambahan akan segera kami aktifkan," ujar Suryani optimistis, Kamis (16/10/2025).
Namun ia tak menampik bahwa sebelumnya, satu SPPG di Kecamatan Tebingtinggi sempat tidak beroperasi hingga program MBG di beberapa sekolah terhenti sementara.
Penghentian tersebut disebabkan proses pergantian Kepala Satuan SPPG serta peralihan sistem virtual account sesuai ketentuan baru dari BGN pusat.
"Langkah penundaan diambil untuk menghindari potensi kesalahan administrasi. Begitu sistem virtual account dialihkan ke pejabat baru, program langsung kami jalankan kembali," terangnya.
Dalam percepatan perluasan cakupan program MBG di Kepulauan Meranti, menurutnya saat ini pemerintah daerah setempat juga tengah mepersiapkan gebrakan besar.
Hal ini menjadi atensi pemerintah daerah melalui Satgas Percepatan Program Makan Bergizi Gratis yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin.
"Sebanyak 36 SPPG di wilayah terpencil akan segera dibentuk. Ini langkah penting agar masyarakat di daerah sulit dijangkau juga merasakan manfaat program makan bergizi," tambah Muzamil kepada Riaupos.co.
Menurutnya, pembentukan SPPG terpencil bukan hanya soal pemenuhan gizi, tetapi juga soal pemerataan pelayanan dan keadilan sosial. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, kecamatan, hingga desa.
"Kami dorong keterlibatan BUMDes dan koperasi lokal agar program ini tidak hanya menyehatkan masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi desa," tegasnya.
Suryani menambahkan, pihaknya menargetkan 36 SPPG terpencil rampung pada November mendatang dan langsung beroperasi penuh. Dengan begitu, seluruh kecamatan di Kepulauan Meranti dapat merasakan dampak nyata dari program makan bergizi gratis.
"SPPG tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal. Kami berharap seluruh pihak mendukung agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke pelosok," pungkasnya.
Editor : Rinaldi