Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Persiapan Pemkab Kepulauan Meranti agar Perang Air dan Pemburu Takjil Tak Saling Tabrakan

Wira Saputra • Kamis, 23 Oktober 2025 | 20:15 WIB
Festival Perang Air di Kepulauan Meranti.
Festival Perang Air di Kepulauan Meranti.

SELATPANJANG(RIAUPOS.CO) - Tahun 2026 mendatang akan menjadi momen langka di Kepulauan Meranti. Dua perayaan besar, Imlek dan Ramadan, berlangsung hampir bersamaan dan dipastikan bakal menyedot perhatian ribuan orang serta wisatawan.

Berdasarkan kalender, Imlek jatuh pada 17 Februari 2026, disusul 1 Ramadan 1447 H pada 18 Februari 2026. Di Selatpanjang, Imlek selalu identik dengan Perang Air atau Cian Cui, tradisi enam hari penuh keceriaan yang telah menjelma menjadi iven wisata berskala internasional.

Perang Air akan berdampingan dengan semarak Bazar Ramadan, yang setiap tahun memusatkan aktivitasnya di Jalan Ahmad Yani. Jalur ini pula yang selama ini menjadi lintasan utama Perang Air mulai dari Jalan Kartini, Imam Bonjol, Ahmad Yani, Tebingtinggi, hingga Diponegoro.

Dua kegiatan besar dengan lokasi yang sama tentu memerlukan pengaturan dan pengalihan rute agar keduanya tetap berjalan lancar tanpa saling mengganggu.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kepulauan Meranti, Syaiful Bakhri, mengakui pihaknya masih melakukan pembahasan lintas instansi untuk mencari solusi terbaik.

“Kita akan rapat bersama semua stakeholder, baik dari pihak keamanan, dinas perdagangan, hingga panitia Imlek dan Ramadan. Harus ada pengaturan agar dua kegiatan besar ini bisa sama-sama berjalan,” ujarnya kepada Riaupos.co, Kamis (23/10/2025).

Syaiful menambahkan, Perang Air dan Bazar Ramadan sebenarnya bisa saling mendukung. Ribuan wisatawan yang datang ke Selatpanjang tentu membutuhkan kuliner dan takjil yang dijajakan para pelaku UMKM di sepanjang bazar Ramadan.

“Momentum ini justru bisa memperkuat ekonomi lokal, asal dikelola dengan baik. Tantangannya hanya pada pengaturan rute dan waktu kegiatan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Syaiful juga mengungkapkan bahwa fenomena berbarengannya Imlek dan Ramadan tak hanya terjadi tahun 2026, tapi juga 2027. Karena itu, Pemkab Meranti akan menyiapkan rencana jangka menengah, termasuk kemungkinan membuka zona bazar baru atau pengalihan rute Perang Air sebagian.

“Kita ingin suasana kebersamaan tetap terjaga, baik bagi umat yang merayakan Imlek maupun umat Muslim yang menjalankan ibadah Ramadan,” tambahnya.

Editor : M. Erizal
#imlek #perang air di meranti #Pemkab Kepulauan Meranti #pemburu takjil #ramadan