SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Gelombang aksi warga gruduk Kantor Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Selatpanjang direspons cepat oleh Manajer UP3 PLN Dumai, Manihar Hutajulu.
Melalui Riaupos.co, Manihar menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat Kepulauan Meranti atas ketidaknyamanan yang terjadi dampak krisis listrik yang dialami warga Kepulauan Meranti hingga saat ini.
“Kami memahami keresahan warga. Kami mohon maaf sebesar-besarnya. Bukan niat kami membiarkan Meranti dalam kegelapan, namun ini murni akibat gangguan teknis yang terjadi secara beruntun,” ujar Manihar melalui panggilan telepon genggam, Jumat (24/10/2025) malam.
Ia menjelaskan, tiga unit mesin pembangkit sewaan yang selama ini menjadi tulang punggung pasokan listrik di Meranti mengalami kerusakan hampir bersamaan dalam sepekan terakhir.
Kondisi ini membuat pasokan listrik anjlok drastis dan memaksa PLN menerapkan pemadaman bergilir. Meski begitu, Manihar menegaskan bahwa PLN tidak tinggal diam.
Langkah-langkah strategis tengah dijalankan, mulai dari perbaikan (recovery) tiga mesin rusak hingga penambahan enam unit mesin baru yang sudah disetujui dan segera dikirim ke Kepulauan Meranti dalam waktu dekat.
“Suku cadang (spare part) mesin rusak sudah dikirim dari luar negeri. Besok tiba di Batam dan langsung kami kirim ke Meranti,” jelasnya.
Selain memperbaiki mesin lama, PLN juga telah menyelesaikan pembangunan pondasi enam mesin tambahan. Proses pengiriman mesin pembangkit tersebut tengah dilakukan dari Jakarta menuju Meranti.
“Target kami, sepuluh hari mendatang, enam mesin baru milik vendor ini sudah tiba di Meranti. Begitu semuanya terkoneksi, daya listrik di Meranti akan kembali stabil, bahkan surplus dari sebelumnya,” tegas Manihar optimistis.
Manihar juga mengapresiasi kesabaran masyarakat dan peran tokoh-tokoh lokal yang ikut membantu menenangkan situasi di lapangan. Ia berharap warga tetap menjaga keamanan dan ketertiban sembari memberi waktu kepada tim teknis menyelesaikan pekerjaan.
“Kami paham masyarakat lelah. Tapi percayalah, setiap detik tim kami di lapangan bekerja siang dan malam. Kami tidak ingin janji kosong, kami ingin hasil nyata,” ujarnya menenangkan.
PLN berkomitmen terus memberikan informasi terbuka kepada publik agar warga tidak lagi merasa dibiarkan dalam ketidakpastian.
“Menyikapi ini juga saya akan turun ke Meranti. Kami pastikan, ini akan kembali normal. Bahkan saya berjanji akan lebih baik dari sebelumnya. Untuk itu kami mohon doa dan dukungan semua pihak agar proses ini berjalan lancar,” tutupnya.(wir)
Editor : Edwar Yaman