Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

PLN Perbaiki Tiga Mesin Pembangkit Rusak, Mesin Tambahan Didatangkan, Krisis Listrik di Selat Panjang Segera Berakhir

Wira Saputra • Senin, 27 Oktober 2025 | 13:24 WIB
Teknisi memperbaiki tiga unit mesin pembangkit listrik yang rusak,  Senin (27/10/2025) siang.
Teknisi memperbaiki tiga unit mesin pembangkit listrik yang rusak, Senin (27/10/2025) siang.

 

SELAT PANJANG (RIAUPOS.CO) - Setelah berhari-hari Kepulauan Meranti diwarnai atas tambahan jadwal pemadaman listrik secara bergilir, saat ini PLN mulai intensifkan perbaikan tiga mesin yang rusak sejak pekan kemarin.

Langkah itu dilakukan pasca sejumlah suku cadang vital tiga unit mesin pembangkit yang rusak telah tiba di Selatpanjang dua hari lalu. Hal ini diakui oleh Kepala PLN ULP Selatpanjang, Dalie Prasmono.

“Tiga unit mesin yang sempat rusak kini sedang dalam tahap perbaikan. Semua suku cadang sudah sampai di Meranti dan langsung kami kerjakan,” ungkapnya, kepada Riau Pos, Senin (27/10/2025).

Menurut Dalie, perbaikan ditargetkan rampung dalam beberapa hari ke depan. Jika tiga unit kembali beroperasi normal, ia mengaku bahwa masyarakat bisa bernapas lega karena jadwal dan durasi pemadaman bergilir akan jauh berkurang.

“Begitu perbaikan tiga mesin ini selesai, frekuensi dan durasi pemadaman yang saat ini dua kali sehari tentunya akan berkurang. Namun perubahan jadwal akan kami koordinasikan terlebih dahulu bersama pemerintah daerah dan perwakilan masyarakat agar semua pihak mendapat informasi resmi,” tegasnya.

Tak berhenti di situ, PLN juga menyiapkan beberapa unit mesin tambahan yang kini tengah dikirim dari Jakarta menuju Kepulauan Meranti. Penambahan kapasitas daya ini diyakini akan memperkuat sistem kelistrikan wilayah Selatpanjang dan sekitarnya.

“Begitu mesin tambahan tiba dan terkoneksi dengan sistem, pasokan listrik di Meranti bukan hanya kembali normal, bahkan kemungkinan besar bakal surplus. Ini menjadi langkah antisipasi agar gangguan seperti sekarang tidak terulang,” paparnya optimistis.

Dalie menegaskan, PLN berkomitmen menjaga komunikasi terbuka dengan masyarakat. “Kami tidak ingin warga bingung lagi soal jadwal atau progres pekerjaan. Semua akan kami sampaikan secara transparan melalui kanal resmi PLN dan pemerintah daerah,” ujarnya menegaskan.

Sementara itu, Gubernur Riau Abdul Wahid juga turut turun tangan. Ia memanggil manajemen PLN Unit Induk Distribusi (UID) Riau dan Kepulauan Riau untuk duduk satu meja membahas krisis listrik di Meranti, akhir pekan kemarin (25/10/2025).

Pertemuan yang berlangsung santai tapi serius itu menghasilkan kepastian langkah cepat. “Kita sudah berbincang dengan PLN, bagaimana persoalan di Selatpanjang bisa diselesaikan cepat. Kemungkinan sepuluh hari ke depan sudah on dengan enam megawatt dan delapan unit mesin,” tegas Gubernur Wahid dengan nada yakin.

Nada suaranya mencerminkan keyakinan sekaligus tekanan waktu masyarakat menunggu, PLN berpacu dengan jam.

Di sisi lain, General Manager PLN UID Riau dan Kepri, Joni, menjelaskan bahwa proses teknis telah berjalan cepat. “Hari ini sudah mulai loading, empat hari ke depan mesin tiba di Selatpanjang dan langsung instalasi. Total ada delapan unit dengan kapasitas enam megawatt,” jelasnya.

Beberapa mesin dikirim dari Jakarta dan Medan. Malam itu juga, trafo, kabel, dan komponen pendukung mulai diangkut menyeberangi laut menuju pulau yang kini haus akan terang.

Gubernur Wahid menambahkan, krisis Selatpanjang hanyalah satu potongan dari pekerjaan besar PLN di Riau. Ia mendorong agar pada tahun 2025 dan 2026 nanti, listrik benar-benar menjangkau hingga ke pelosok desa dan dusun-dusun terpencil.

“Mudah-mudahan penerangan tidak lagi jadi persoalan bagi masyarakat kita,” ucapnya penuh harap.

Kini, harapan menggantung di langit Selatpanjang. Sepuluh hari ke depan akan menjadi penentu apakah janji PLN benar-benar menghadirkan terang, atau justru kembali padam di tengah gelap malam.

Laporan Wira Saputra

Editor : M. Erizal
#Selat Panjang #krisis listrik #pembangkit #pln #meranti