Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Sejak Agustus 2025 Warga Meranti Kesulitan Mendapatkan Elpiji 3 Kg, Ini Penyebabnya

Wira Saputra • Senin, 3 November 2025 | 21:44 WIB
Ilustrasi elpiji 3 Kg
Ilustrasi elpiji 3 Kg

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Sejak beberapa pekan terakhir, masyarakat di pusat Kabupaten Kepulauan Meranti kelimpungan mencari tabung gas elpiji 3 kilogram.

Parahnya dalam beberapa hari terakhir warga kembali mengeluh kesulitan mencari persediaan pasokan gas subsidi tersebut. Seperti yang disampaikan oleh Sulastri (38), warga Jalan Alah Air.

“Sudah keliling tiga tempat, tapi kosong semua. Biasanya bisa beli dua tabung, sekarang satu pun tak dapat,” keluhnya kepada Riaupos.co, Senin (3/11/2025) siang.

Warga lainnya bahkan mengaku harus menanak nasi pakai kayu bakar karena stok tabung tak kunjung datang. Kondisi itu bukan yang pertama terjadi, namun kali ini dianggap paling parah sejak pertengahan tahun.

Kelangkaan mulai terasa sejak Agustus 2025, dan hingga kini belum benar-benar pulih. Kelangkaan tersebut turut diakui oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kepulauan Meranti, Marwan.

Ia menerangkan bahwa penyebab utama kelangkaan adalah tidak beroperasinya salah satu agen resmi, PT Mutiara Riski, karena armada pengangkut mereka masih dalam perbaikan.

“Sejak Agustus 2025, kapal angkut PT Mutiara Riski belum selesai diperbaiki. Jadi pasokan dari mereka terhenti total,” ujar Marwan kepada Riaupos.co.

Padahal, dari empat agen resmi yang terdiri dari PT Pertamina, PT Sinergi Sehati, PT Meranti Sopia Jaya, dan PT Mutiara Riski setiap bulan rutin memasok kebutuhan LPG sebanyak 130.066 tabung.

Namun karena satu agen lumpuh, jumlah pasokan anjlok tajam. Dimulai dari Agustus 2025 hanya sekitar 115.360 tabung. Parahnya pada September 2025 bahkan merosot jadi 57.120 tabung.

Situasi ini membuat banyak warung makan terpaksa menutup lebih awal, sementara pedagang kecil harus berebut stok di pangkalan yang tersisa.

Disperindag Meranti tak tinggal diam. Marwan menyebut, pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Pertamina agar pasokan segera ditambah melalui agen lain.

“Kita sudah minta agar distribusi dialihkan sementara ke agen yang masih aktif. Pertamina sudah menyetujui, dan tambahan pasokan akan segera tiba dalam beberapa hari ke depan,” jelasnya.

Dengan tambahan itu, stok diperkirakan akan kembali stabil secara bertahap. Pemerintah memastikan masyarakat tak perlu panik karena pasokan dijamin akan segera normal.

“Kami imbau masyarakat tidak melakukan panic buying. Kalau semua beli sesuai kebutuhan, distribusi bisa lancar dan merata,” tegas Marwan.

Kelangkaan LPG 3 kg ini tak hanya berdampak di dapur rumah tangga, tapi juga memukul pelaku usaha kecil. Pedagang gorengan, penjual nasi uduk, hingga kedai kopi di Selatpanjang mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas bersubsidi yang menjadi nyawa usaha mereka.

“Biasanya beli di pangkalan Rp18 ribu, sekarang bisa sampai Rp25 ribu kalau ada. Kalau tidak, ya tutup sementara,” ujar Rahmat, penjual gorengan di kawasan Jl Alah Air.

Situasi ini membuat Pemkab Kepulauan Meranti terus menekan Pertamina agar penyaluran kembali normal. Untuk itu Marwan menegaskan, tambahan stok dari Pertamina akan segera didistribusikan secara merata ke seluruh pangkalan di Kecamatan Tebing Tinggi dan sekitarnya. Jika semua berjalan lancar, awal pekan depan Selatpanjang kembali bernapas lega.

“Kami terus pantau. Begitu kapal perbaikan selesai, pasokan akan kembali ke angka normal. Kita ingin warga tak lagi resah setiap kali ingin memasak,” tutupnya.(wir)

 

Editor : Edwar Yaman
#disperindag meranti #Elpiji 3 Kg #elpiji 3 kg langka di meranti