SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Operasional salah satu dapur penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepulauan Meranti resmi dihentikan sementara.
Dapur yang dikelola oleh Yayasan Tuah Karya Mandiri di Kelurahan Selatpanjang Timur itu ditutup sementara pasca dinyatakan belum memenuhi standar Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sesuai ketentuan yang berlaku.
Penghentian dilakukan menyusul hasil evaluasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, yang memberikan penilaian rendah terhadap Indeks Kelayakan Lingkungan (IKL) dapur tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, sejumlah aspek sanitasi, kebersihan, dan kelayakan bangunan masih belum memenuhi persyaratan minimal untuk penerbitan SLHS.
Koordinator Wilayah Program MBG Kepulauan Meranti, Suryani, membenarkan langkah penghentian itu. Ia menjelaskan bahwa keputusan ini diambil sebagai bentuk komitmen terhadap standar keamanan pangan dan kualitas pelayanan kepada penerima manfaat.
“Dapur dihentikan sementara sejak 3 November hingga 31 Desember 2025 karena belum memenuhi standar SLHS. Nilai IKL-nya memang rendah, sehingga perlu dilakukan perbaikan dan relokasi ke bangunan yang lebih sesuai,” jelas Suryani, kemarin (9/11/2025).
Menurutnya, pihak Satuan Pelaksana Program Pemberi Gizi (SPPG) yang mengelola dapur tersebut saat ini tengah menjalankan sejumlah rekomendasi teknis dari Dinas Kesehatan sebagai bagian dari tahapan penerbitan SLHS.
“Ada prosedur dan mekanisme yang wajib diikuti dalam penerbitan SLHS, mulai dari pengajuan dokumen administrasi, pemeriksaan lapangan oleh tim teknis, hingga verifikasi hasil uji kelayakan lingkungan. Semua harus terpenuhi agar sertifikat bisa diterbitkan secara sah. Kami memastikan proses ini berjalan sesuai regulasi,” tegasnya.
Suryani menambahkan, setelah seluruh rekomendasi dipenuhi dan hasil evaluasi ulang menunjukkan peningkatan, dapur tersebut berpeluang kembali beroperasi seperti semula.
Meski demikian, ia mengakui penghentian sementara ini berdampak pada sebagian sekolah dan penerima manfaat di wilayah kerja dapur tersebut.
“Penghentian ini merupakan langkah korektif. Prinsip kami, lebih baik berhenti sementara daripada mempertaruhkan keamanan dan kesehatan anak-anak penerima manfaat,” ujarnya.
Sementara itu, dapur-dapur SPPG lain di Kepulauan Meranti masih tetap beroperasi. Sebagian di antaranya bahkan telah memasuki tahap akhir proses penerbitan SLHS, di mana masa tenggat verifikasi masih berlangsung.
Program MBG di Kepulauan Meranti saat ini telah menjangkau lima kecamatan dengan total 13.988 penerima manfaat dari target 43.000 siswa. Pemerintah daerah bersama instansi terkait diminta mempercepat proses sertifikasi dapur MBG agar seluruh penyedia layanan dapat memenuhi standar laik higiene dan sanitasi sebelum akhir tahun.
Editor : M. Erizal