Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Rp1,6 Miliar Zakat Produktif Digelontorkan untuk Kemandirian Mustahik Meranti

Wira Saputra • Selasa, 11 November 2025 | 23:15 WIB
Petemuan Baznas Provinsi Riau dan Pemkab Kepulauan Meranti membahas program pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan di daerah
Petemuan Baznas Provinsi Riau dan Pemkab Kepulauan Meranti membahas program pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan di daerah

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) --Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau dan Baznas Kabupaten Kepulauan Meranti gelontorkan zakat produktif senilai Rp1,638 miliar.

Dana tersebut diarahkan sepenuhnya untuk mendukung program pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan di daerah. Berbeda dari kegiatan seremonial biasa, momentum penyaluran zakat ini menekankan pendekatan konkret dan terukur terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Fokusnya bukan pada simbol penyerahan bantuan, melainkan pada dampak nyata terhadap mustahik yang dibina agar mandiri dan bertransformasi menjadi muzaki.

Ketua Baznas Kepulauan Meranti, H Mustafa SAg MM, menyebut dana zakat tahun 2025 diarahkan ke sektor riil masyarakat, khususnya usaha kecil dan program sosial yang produktif.

"Tahun ini kami menyalurkan Rp1,638 miliar untuk berbagai program pemberdayaan. Ada 25 unit rumah layak huni dan 93 pelaku UMKM yang mendapat dukungan modal dari program Bina Daya Riau. Selain itu, kami juga memperluas sektor usaha melalui Z-Mart, Z-Chicken, dan Santripreneur," jelas Mustafa.

Ia menegaskan, pengelolaan zakat di Meranti kini berorientasi hasil, bukan kegiatan seremonial tahunan. "Zakat ini bukan hanya dibagi, tapi dikawal agar produktif. Kami ingin para penerima bantuan bisa bertumbuh, mengembangkan usahanya, dan akhirnya menjadi muzaki. Itulah ukuran keberhasilan zakat," tegasnya.

Berdasarkan data Baznas, program UMKM Bidari mengalir ke 93 penerima dengan total Rp512 juta, Z-Mart kepada 12 pelaku usaha sembako senilai Rp84 juta, Z-Chicken untuk 3 pelaku usaha kuliner Rp15 juta.

Selaian itu santripreneur bagi 7 santri dengan total Rp49 juta. Bahkan ada bantuan rumah layak huni tersebar dari berbagai sumber: Baznas Meranti Rp248 juta (12 unit), Baznas Provinsi Riau Rp630 juta (9 unit), dan Baznas Pusat Rp100 juta (4 unit).

Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H Asmar, menegaskan bahwa pengelolaan zakat harus diarahkan sebagai instrumen strategis pembangunan daerah. Ia menyebut zakat memiliki potensi besar dalam memperkuat fondasi ekonomi masyarakat kelas bawah.

"Kita ingin zakat menjadi alat penggerak ekonomi, bukan sekadar bantuan sementara. Pemerintah daerah mendukung penuh model distribusi zakat produktif yang berorientasi pada pemberdayaan," ujar Asmar.

Ia menegaskan, efektivitas zakat hanya dapat diukur dari perubahan taraf hidup penerimanya. "Yang kita harapkan bukan acara seremonial, tapi perubahan nyata. Setiap rupiah zakat harus berkontribusi pada pengentasan kemiskinan dan peningkatan kemandirian mustahik," tegasnya.

Editor : Rinaldi
#baznas riau #Zakat Produktif #Pemkab Kepulauan Meranti #pengentasan kemiskinan