Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Angin Kencang Terbangkan Atap Rumah Warga

Wira Saputra • Jumat, 21 November 2025 | 10:53 WIB
Atap rumah Margono mengalami kerusakan usai diterjang angin puting beliung, Rabu (19/11/2025) malam.
Atap rumah Margono mengalami kerusakan usai diterjang angin puting beliung, Rabu (19/11/2025) malam.

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Kepulauan Meranti menyebabkan kerusakan di sejumlah titik pada Rabu malam (19/11).

Sejumlah fasilitas umum dan rumah warga terdampak, sementara pohon-pohon besar tumbang dan menghalangi akses jalan protokol.

Musibah ini terjadi sekitar pukul 20.00 WIB, ketika hujan deras yang semula biasa, tiba-tiba berubah menjadi angin puting beliung. Dalam hitungan menit, tenda-tenda, tiang, dan pepohonan yang sebelumnya tampak kokoh langsung ambruk diterjang tiupan angin.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Meranti, M Khardafi SE MIP melalui Kepala Bidang Logistik BPBD, Ardath SIP membenarkan kejadian tersebut dan menyebut seluruh tim langsung bergerak sejak laporan pertama masuk.

‘’Hujan deras disertai angin kencang tadi malam memicu kerusakan di beberapa titik. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Semua pohon tumbang sudah berhasil kita evakuasi, dan untuk rumah yang roboh sudah kita koordinasikan bantuan daruratnya,’’ ujar Ardath, Kamis (20/11) pagi.

Kerusakan paling mencolok terjadi di Kecamatan Merbau. Astaka dan tenda tamu yang sedang dipersiapkan untuk kegiatan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) roboh setelah tiang utamanya tak mampu menahan hembusan angin.

Petugas dan warga yang berada di lokasi sempat panik karena beberapa bagian tenda terseret angin hingga beberapa meter. Meski sempat menimbulkan kericuhan, kejadian ini tidak mengakibatkan korban luka.

Di Kelurahan Selatpanjang Kota, satu unit rumah milik warga bernama Margono ambruk hampir seluruhnya setelah dinding dan atapnya tersapu angin. Hanya bagian dapur yang tersisa dan masih berdiri.

‘’Rumah Pak Margono mengalami kerusakan paling berat. Tadi malam kita langsung turun untuk melihat kondisi dan menyerahkan bantuan darurat dari pemda,’’ jelas Ardath.

Margono dan keluarga saat ini sementara mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Angin kencang juga menyebabkan sejumlah pohon besar patah dan tumbang di beberapa ruas jalan penting di pusat kota, di antaranya Jalan Alah Air, dekat Pondok Pesantren Kiai Nurdin pohon besar patah melintang di jalan, menghalangi arus lalu lintas malam itu. Petugas BPBD bersama masyarakat mengevakuasi batang pohon menggunakan gergaji mesin hingga pukul 22.30 WIB.

Belakang Rumah Dinas (Kominfo) sebuah pohon tua tumbang dan nyaris menimpa bangunan di sekitar area. Beruntung tidak ada aktivitas di lokasi saat kejadian. Depan Kantor DPRD Kepulauan Meranti pohon besar di depan gedung dewan juga ambruk, menutupi hampir separuh badan jalan. Evakuasi dilakukan oleh BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup.

Ardath menegaskan bahwa seluruh titik pohon tumbang sudah berhasil dibersihkan sebelum dini hari, sehingga jalan kembali normal dan aman dilewati.

BPBD Kepulauan Meranti mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem beberapa hari ke depan.

‘’Jika angin mulai terasa kencang atau hujan tiba-tiba menguat, sebaiknya hindari berteduh di bawah pohon besar atau bangunan yang tampak rapuh,’’ ujar Ardath.(wir)

 

Editor : Arif Oktafian
#rumah warga #angin kencang #hujan deras #kerusakan