SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) -- Satu Satuan Pelaksana Program Pemberi Gizi (SPPG) yang beroperasi di Pusat Kota Kabupaten Kepulauan Meranti berhenti beroperasi sejak Senin (24/11/2025).
Akibatnya, pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah yang menyasar ribuan murid penerima manfaat ikut terdampak. Keputusan ini diambil oleh SPPG Selatpanjang Timur 3 karena proposal Banper untuk anggaran periode 24 November 2025 dan selanjutnya belum disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
Kondisi itu turut diakui oleh Koordinator Wilayah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kepulauan Meranti, Suryani, kepada Riaupos.co, Selasa (25/11/2025).
"Benar berhenti sementara karena dananya belum masuk ke virtual account, sehingga beberapa sekolah terhenti dulu pendistribusinya. Masih menunggu pencairan. Tapi andai secepatnya sudah pencairan, maka akan segera kita distribusikan kembali," ujarnya.
Suryani mengaku SPPG Selatpanjang Timur 3 tersebut melayani pendistribusian MBG di sembilan sekolah yang tersebar di Kecamatan Tebingtinggi dengan jumlah penerima manfaat tidak kurang dari 2.300 orang.
Jalannya operasional SPPG tersebut menurutnya tergantung persediaan anggaran dan release Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Namun ia merasa seluruh proses yang dinanti oleh SPPG Selatpanjang Timur 3 akan rampung pada pekan depan.
"Saya rasa pekan depan sudah selesai. Saat ini PPK masih mendata terkait keuangan yang beredar di seluruh SPPG. Langkah ini untuk menghindari penumpukan anggaran di saldo VA. Jika tidak akan dikembalikan ke pusat," ungkapnya.
Meskipun demikian ia mengungkapkan, di luar kategori terpencil, sebaran program MBG di Kepulauan Meranti terus bertambah. Untuk saat ini sudah terdapat 11 SPPG aktif yang beroperasi dengan jumlah penerima manfaat tidak kurang dari 16.848 orang.
Sementara itu dua SPPG berhenti terdiri dari SPPG Selatpanjang Timur 3 dan SPPG Selatpanjang Timur 1 yang saat ini masih sedang mempersiapkan standar Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Editor : Rinaldi