SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) -- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepulauan Meranti terus menunjukkan progres signifikan. Hingga awal Desember ini, sebanyak 11 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi dan melayani lebih dari 19.264 penerima manfaat di berbagai wilayah.
Koordinator Wilayah Program MBG Kepulauan Meranti, Suryani, menyebutkan bahwa seluruh dapur yang aktif telah berjalan stabil dan memberikan pelayanan setiap hari. Ia memastikan pelaksanaan program terus dijaga agar tepat sasaran, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas makanan yang disalurkan.
"Alhamdulillah, pelaksanaan program berjalan lancar. Sebelas dapur sudah beroperasi penuh dan distribusi makanan bergizi kepada masyarakat berlangsung sebagaimana mestinya," ujar Suryani, Selasa (2/12/2025) sore.
Dapur MBG yang beroperasi tersebar di wilayah Lemang, Bagan Melibur Merbau, Selatpanjang Timur 2, Banglas, Semukut Pulau Merbau, Tanjung Bakau, Tebing Tinggi–Polres, Alah Air, Dwi Tunggal, Bandul 1, Selatpanjang Timur, serta Kedaburapat. Setiap dapur memiliki jumlah penerima manfaat yang bervariasi, mulai dari ratusan hingga lebih dari dua ribu penerima manfaat.
Meskipun demikian saat ini masih terdapat tiga dapur yang operasionalnya masih ditunda karena alasan teknis, yaitu SPPG Selatpanjang Timur 1 yang masih dalam proses pindah gedung, SPPG Selatpanjang Timur 2 yang menunggu dana Virtual Account, serta SPPG Bungur yang mengalami pergantian Kepala SPPG. Pemerintah daerah memastikan seluruh proses tersebut dipercepat agar dapur-dapur ini dapat segera beroperasi.
Namun ia menambahkan bahwa percepatan perluasan cakupan program MBG juga sedang dilakukan oleh Pemkab Kepulauan Meranti. Menurutnya, saat ini pemerintah setempat tengah mempersiapkan gebrakan besar untuk memperluas jangkauan layanan.
Percepatan tersebut menjadi atensi Pemkab Kepulauan Meranti melalui Satgas Percepatan Program Makan Bergizi Gratis, yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Muzamil Baharudin.
Upaya ini difokuskan untuk memastikan masyarakat di seluruh kecamatan, termasuk kawasan terjauh sekalipun, mendapatkan akses yang sama terhadap makanan bergizi.
"Sebanyak 36 SPPG di wilayah terpencil telah dibentuk, bahkan beberapa di antaranya sudah memasuki tahap pembangunan. Ini langkah penting agar masyarakat di daerah sulit dijangkau dan merasakan manfaat program makan bergizi," ujar Muzamil kepada Riaupos.co.
Menurutnya, pembentukan SPPG di wilayah terpencil bukan hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menyangkut pemerataan pelayanan dan keadilan sosial. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program ini memerlukan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, kecamatan, hingga desa.
Program MBG menjadi salah satu upaya penting dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat di Kepulauan Meranti.
Editor : Rinaldi