Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kasus HIV/AIDS di Kepulauan Meranti Tembus 208 Orang, Bulan Lalu Tiga Penderita Meninggal Dunia

Wira Saputra • Kamis, 4 Desember 2025 | 22:50 WIB
Ilustrasi HIV/AIDS
Ilustrasi HIV/AIDS

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Kabupaten Kepulauan Meranti menghadapi lonjakan serius kasus HIV/AIDS. Dari data terbaru Dinas Kesehatan mencatat jumlah penderita tembus 208 kasus yang terdiri dari 64 HIV dan 144 AIDS.

Ironisnya, tiga orang penderita dinyatakan meninggal dunia pada November 2025 lalu, menegaskan bahwa wabah ini bukan sekadar angka statistik, tetapi juga sebagai ancaman yang nyata.

Demikian data yang dihimpun Riau Pos melalui Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Widya Nengsih, Kamis (4/12/2025).

“Selama 12 tahun terakhir, kasus HIV/AIDS menunjukkan tren fluktuatif. Namun meningkatan pada tahun-tahun tertentu, terutama 2018-2019 dan 2022–2024. Tahun 2022 bahkan menjadi puncak dengan 31 temuan kasus sebagai angka tertinggi sepanjang pencatatan,” ungkapnya.

Dinkes menilai jumlah kasus AIDS dibanding HIV sangat mengkhawatirkan. Dari total 208 kasus, 144 di antaranya merupakan AIDS, fase infeksi lanjut yang seharusnya bisa dicegah bila warga melakukan pemeriksaan sejak dini.

Tentu menurutnya bahwa rasio ini menunjukkan jika banyak penderita baru datang berobat ketika kondisinya sudah parah.

“Artinya sebagian besar masyarakat terlambat terdiagnosis. Mereka datang ke fasilitas kesehatan setelah mengalami komplikasi berat, sehingga risiko kematian menjadi ancaman,” terangnya.

Kematian tiga penderita pada November 2025 menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah. Dinkes menyebut, ketiganya datang dengan kondisi sudah sangat lemah dan mengalami infeksi oportunistik berat.

“Kematian itu bukan karena HIV-nya saja, tetapi karena mereka tidak mendapatkan pengobatan sejak awal. Deteksi dini masih rendah, stigma masih kuat, dan banyak yang takut memeriksakan diri. Ini tantangan terbesar kami,” tambahnya.

Meski kasus 2025 tidak setinggi 2022, tren menunjukkan penyebaran masih aktif. Tahun 2025 mencatat 16 temuan kasus baru (7 HIV dan 9 AIDS).

Dinas Kesehatan menegaskan perlunya langkah luar biasa. Mulai 2025–2026, Meranti menargetkan akan memperluas skrining HIV gratis di seluruh puskesmas,

Selain itu mereka juga akan memperkuat edukasi kelompok risiko, meningkatkan penjangkauan lapangan, serta pendampingan ketat pasien agar tidak putus obat ARV.

“Kami tidak ingin ada lagi korban meninggal sia-sia. Semua warga, terutama yang merasa pernah memiliki risiko, segera lakukan pemeriksaan. Tes HIV itu gratis, cepat, dan rahasia. Semakin cepat diketahui, semakin besar peluang hidup sehat,” tegas Kabid P2P.

Dinkes juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengucilkan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), karena stigma justru membuat banyak orang enggan memeriksakan diri hingga terlambat.

“Kami butuh kerja sama semua pihak keluarga, RT/RW, tokoh agama, sekolah, komunitas pemuda. Ini bukan sekadar masalah kesehatan, tetapi masalah kemanusiaan," ujarnya.

Dengan total 208 kasus dan kematian yang terus terjadi, Dinas Kesehatan memastikan penanganan HIV/AIDS menjadi salah satu prioritas utama Meranti pada tahun 2026. (wir)

Editor : M. Erizal
#penderita hiv/aids bertambah #kepulauan meranti #hiv aids #penderita hiv aids