Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Giliran Pemkab Meranti Tetapkan Siaga Bencana Hidrometeorologi

Wira Saputra • Senin, 8 Desember 2025 | 23:15 WIB
Bupati H Asmar memimpin rapat penetapan status Siaga Bencana Hidrometeorologi hingga 31 Desember 2025, di Gedung Kantor Bupati Jl Dorak Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Senin (8/12/2025).
Bupati H Asmar memimpin rapat penetapan status Siaga Bencana Hidrometeorologi hingga 31 Desember 2025, di Gedung Kantor Bupati Jl Dorak Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Senin (8/12/2025).

SELATPANJANG(RIAUPOS.CO)- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti secara resmi telah menetapkan status Siaga Bencana Hidrometeorologi hingga 31 Desember 2025 mendatang.

Kebijakan ini diambil menyusul proyeksi BMKG terkait potensi terbentuknya badai siklon tropis yang dapat memicu cuaca ekstrem di wilayah Sumatra, termasuk Riau.

BMKG menilai Kabupaten Kepulauan Meranti berada dalam kategori rawan, terutama terhadap banjir rob, banjir permukiman, angin kencang, hingga gelombang laut tinggi yang dapat mengganggu aktivitas nelayan.

Menyikapi hal itu, Bupati Kepulauan Meranti Asmar menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk memperkuat upaya mitigasi dan kesiapsiagaan. Ia meminta BPBD bersama TNI-Polri, camat, dan kepala desa turun langsung ke lapangan dalam memetakan potensi ancaman serta memberikan edukasi kepada masyarakat agar tindakan pencegahan dapat dilakukan lebih cepat.

BPBD Kepulauan Meranti sejak pekan lalu telah melakukan pemetaan wilayah rawan banjir. Termasuk di Kecamatan Tebing Tinggi, Tebing Tinggi Timur, dan Rangsang Barat.

Sejumlah desa pesisir yang sebelumnya terdampak banjir rob juga kembali menjadi titik pengawasan. Selain memantau kondisi lapangan, BPBD sedang menyiapkan lokasi evakuasi, jalur penyelamatan, serta penyaluran bantuan darurat.

Koordinasi dengan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, dan pemerintah kecamatan terus ditingkatkan untuk memastikan respons cepat jika bencana terjadi.

Di sisi lain, warga pesisir dan nelayan diminta lebih berhati-hati mengingat potensi gelombang tinggi yang dapat muncul sewaktu-waktu. Pemerintah mengimbau agar nelayan tidak memaksakan diri melaut saat peringatan dini dikeluarkan.

Warga yang tinggal di daerah rawan juga diminta menyiapkan barang penting dan dokumen pribadi untuk memudahkan proses evakuasi bila kondisi memburuk.

Pemerintah daerah menekankan pentingnya memantau informasi resmi dari BMKG serta kanal komunikasi BPBD. Partisipasi masyarakat dalam melaporkan ancaman di sekitar permukiman diharapkan dapat mempercepat penanganan dan meminimalkan dampak bencana.(wir)

 

Editor : Edwar Yaman
#cuaca ekstrem #BPBD Kepulauan Meranti #Siaga Bencana Hidrometeorologi #pemkab meranti #asmar