Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Ribuan Hektare Lahan Meranti Jadi Lokasi Ekspansi Perkebunan Kelapa Bernilai Miliaran Rupiah dari Pusat

Wira Saputra • Sabtu, 13 Desember 2025 | 15:24 WIB
Ilustrasi hamparan perkebunan kelapa
Ilustrasi hamparan perkebunan kelapa

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) --Pemerintah pusat menetapkan Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai salah satu lokasi pengembangan dan perluasan perkebunan kelapa di Provinsi Riau.

Program ini merupakan bagian dari rencana pengembangan nasional yang tahap awalnya mulai dilaksanakan tahun ini dan berlanjut pada 2026 mendatang. Enam kecamatan di Meranti masuk dalam skala prioritas melalui usulan kelompok tani yang diajukan pemerintah daerah setempat.

Keenam kecamatan tersebut mulai dari Tasikputri Puyu, Rangsang, Rangsang Pesisir, Tebingtinggi Timur, Tebingtinggi Barat, dan Kecamatan Merbau Kepulauan Meranti.

Untuk mendukung program tersebut, sebanyak 143.000 benih kelapa dipersiapkan melalui metode penangkaran. Benih ini nantinya akan disalurkan kepada 54 kelompok usulan yang mengelola lahan produktif seluas lebih dari 3.165 hektare.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kepulauan Meranti, Ifwandi, melalui jajarannya Jony, menjelaskan bahwa dari total luas lahan yang diusulkan tersebut, terdapat dua kategori kawasan.

"Sebelumnya total luas lahan yang kita usulkan mencapai 3.165 hektare. Rinciannya, 1.899 hektare berada di areal penggunaan lain (APL) dan 1.266 hektare berada di luar APL," jelasnya kepada Riaupos.co, Sabtu (13/12/2025).

Namun demikian, kata Jony, penetapan lahan yang masuk dalam skala prioritas sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat. Saat ini program masih berada pada tahap penangkaran benih oleh penyedia, dengan target penanaman direncanakan mulai Juni 2026 mendatang. "Program ini dikerjakan langsung oleh jajaran Kementerian Pertanian, mulai dari pengadaan hingga proses tanam. Pemerintah daerah hanya mengusulkan," terangnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Supriadi, membenarkan adanya bantuan bibit kelapa tersebut. Untuk Kabupaten Kepulauan Meranti, bantuan yang dialokasikan sebanyak 143 ribu batang dengan nilai kontrak Rp2.037.750.000. Sedangkan untuk Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 352 ribu batang dengan nilai kontrak Rp5.016.000.000.

"Jumlah tersebut belum termasuk stok cadangan sebesar 30 persen dari nilai kontrak. Jika ditotal, bantuan bibit kelapa mencapai sekitar 600 ribu batang," ungkap Supriadi.

Ia berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meremajakan kebun kelapa yang sudah tua dan tidak lagi produktif. Menurutnya, saat ini banyak kebun kelapa masyarakat yang mengalami kerusakan bahkan mati.

"Beberapa waktu lalu saya turun langsung ke Indragiri Hilir. Banyak kebun kelapa masyarakat yang rusak dan tidak berproduksi maksimal. Dengan bantuan bibit ini, diharapkan kebun kelapa kembali produktif," harapnya.

Diketahui, Provinsi Riau, khususnya Kabupaten Indragiri Hilir, merupakan salah satu daerah penghasil kelapa terbesar di Indonesia. Di Inhil saja, luas perkebunan kelapa mencapai sekitar 430 ribu hektare dengan produksi sekitar 300 ribu ton kopra per hari.

Editor : Rinaldi
#Tanaman Kelapa #kepulauan meranti #kementerian perkebunan