Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Tiga Desa di Meranti dan PT SRL Teken Kesepakatan Baru Program Desa Bebas Api

Wira Saputra • Kamis, 18 Desember 2025 | 20:49 WIB
Simbolis perwakilan pemerintahan tiga desa dan pihak SRL serah terima kesepakatan baru tentang program desa bebas api.
Simbolis perwakilan pemerintahan tiga desa dan pihak SRL serah terima kesepakatan baru tentang program desa bebas api.

SELATPANJANG(RIAUPOS.CO) - Komitmen pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Pulau Rangsang kembali ditegaskan. PT Sumatera Riang Lestari (SRL) Blok V melanjutkan program Free Fire Village atau Desa Bebas Api dengan menggandeng tiga desa rawan Karhutla di Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Ketiga desa tersebut, yakni Desa Penyagun, Desa Wonosari, dan Desa Teluk Samak, resmi menjadi mitra baru PT SRL pada tahap keempat Program Desa Bebas Api periode kedua tahun 2025. Penandatanganan Nota Kesepakatan dilakukan di Ballroom Hotel Grand Indobaru, Selatpanjang, kemarin (17/12/2025).

Kesepakatan ditandatangani oleh perwakilan manajemen PT SRL, Fahmi Panjaitan, bersama para kepala desa mitra, disaksikan unsur Forkopimda dan pejabat terkait.

Program ini menempatkan masyarakat desa sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan Karhutla, khususnya di wilayah gambut yang rawan terbakar.

Sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan menjaga wilayahnya tetap bebas Karhutla, masing-masing desa mitra sebelumnya menerima reward sebesar Rp100 juta pada periode pertama. Insentif tersebut diharapkan menjadi pemacu semangat untuk mempertahankan komitmen kolektif dalam menjaga lingkungan.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Wakapolres Kepulauan Meranti Kompol Detis Mayer Silitonga, SH, Kepala BPBD Kepulauan Meranti M. Khardafi, Kepala Dinas Perkimtan-LH Agustiono, ST, Camat Rangsang Budi Cahyadi, Kapolsek Rangsang AKP Gunawan, Danramil 02/Tebingtinggi Kapten Arh Efri H. Nasution, serta jajaran manajemen PT SRL.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menanggulangi ancaman Karhutla secara berkelanjutan.

Perwakilan manajemen PT SRL, Fahmi Panjaitan, menegaskan bahwa Program Desa Bebas Api merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam membangun kesadaran lingkungan masyarakat. Menurutnya, pencegahan sejak dini jauh lebih efektif dibandingkan penanganan pascakebakaran.

“Kami berkomitmen dalam bidang sosial, lingkungan, dan ekonomi. Apa pun yang kami lakukan harus memberikan manfaat bagi negara, daerah, masyarakat, dan perusahaan. Program Desa Bebas Api adalah salah satu bentuk kolaborasi nyata dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan,” ujarnya.

Program Desa Bebas Api sendiri telah dijalankan PT SRL sejak 2020 dan mencakup 10 desa di sekitar area konsesi. Sebelumnya, kerja sama serupa telah dilakukan dengan Desa Sungai Gayung Kiri dan Desa Tanjung Medang pada 2022, serta Desa Bungur, Desa Telesung, dan Desa Tanjung Kedabu pada 2023.

Melalui berbagai kegiatan seperti pelatihan pemadaman api, patroli rutin, dan edukasi pembukaan lahan tanpa bakar, PT SRL berharap kesadaran menjaga lingkungan dapat tumbuh menjadi budaya di tengah masyarakat Pulau Rangsang.

Upaya ini diharapkan mampu menekan risiko Karhutla sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem gambut bagi generasi mendatang. (wir)

Editor : M. Erizal
#desa bebas api #pt srl #Sumatera Riang Lestari