Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Dari Refleksi Spiritual hingga Suara Rakyat, Hari Ini Meranti HUT Ke-17

Wira Saputra • Jumat, 19 Desember 2025 | 11:01 WIB
Bupati H Asmar mendampingi Ustaz Dr H Das’at Latif saat mengisi Ta­blig Akbar dalam rangka Hari Jadi ke-17 Kabupaten Kepulauan Meranti, belum lama ini.
Bupati H Asmar mendampingi Ustaz Dr H Das’at Latif saat mengisi Ta­blig Akbar dalam rangka Hari Jadi ke-17 Kabupaten Kepulauan Meranti, belum lama ini.

SELAT PANJANG (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mematangkan rangkaian kegiatan penutup peringatan Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Meranti ke-17 yang jatuh pada 19 Desember 2025. Sejumlah agenda telah disusun tidak hanya sebagai seremoni, tetapi juga sebagai ruang refleksi perjalanan daerah dan penguatan komitmen pembangunan ke depan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti Sudanri mengatakan, seluruh rangkaian kegiatan dirancang secara terstruktur dengan melibatkan unsur pemerintah

dan masyarakat. Peringatan hari jadi tahun ini, kata dia, mengusung semangat kebersamaan dan evaluasi diri setelah 17 tahun Meranti berdiri sebagai daerah otonom.

Rangkaian peringatan telah diawali dengan Tabligh Akbar pada 7 Desember 2025 lalu yang menghadirkan penceramah nasional Ustaz Dr H Das’ad Latif SSos SAg MSi PhD. Meski digelar secara sederhana di Halaman Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Jalan Dorak, Kecamatan Tebingtinggi, kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya refleksi spiritual menjelang hari jadi daerah.

“Tabligh akbar ini menjadi momentum memanjatkan doa agar Kepulauan Meranti terus diberi kemajuan dan keberkahan,” ujar Sudanri, Kamis (18/12).

Puncak peringatan akan digelar pada Jumat (19/12), diawali dengan Upacara Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Meranti pukul 07.00 WIB. Upacara tersebut akan dipimpin langsung oleh Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H Asmar sebagai inspektur upacara.

Komandan upacara dipercayakan kepada Nanda Syahputra SST (TD), Kasubag Umum, Kepegawaian, dan Program Dinas Perhubungan. Dalam upacara itu, Ketua DPRD Kepulauan Meranti Khalid Ali dijadwalkan membacakan visi daerah. Sementara pembacaan misi daerah disampaikan oleh Dio Bella Yung, staf Bapenda.

Usai upacara, rangkaian kegiatan berlanjut dengan Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Meranti ke-17 di Balai Sidang DPRD Kepulauan Meranti, Jalan Dorak, Selatpanjang, mulai pukul 09.00 WIB. “Sidang paripurna ini menjadi forum resmi untuk merefleksikan perjalanan daerah sekaligus meneguhkan arah pembangunan Meranti ke depan,” jelas Sudanri.

Masih di hari yang sama, Pemkab Kepulauan Meranti juga akan menggelar branding Mall Pelayanan Publik (MPP) serta penandatanganan perjanjian kerja sama antara pemerintah daerah dan mitra strategis. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pukul 13.30 WIB di Kantor DPMPTSP, Jalan Merdeka, Kecamatan Tebingtinggi. “Ini bagian dari komitmen meningkatkan kualitas dan integrasi pelayanan publik bagi masyarakat,” tambahnya.

Sebagai penutup rangkaian peringatan, Pemkab Kepulauan Meranti akan menggelar Kenduri Sekampung Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Meranti ke-17 pada Sabtu (20/12) pukul 11.00 WIB di Taman Cik Puan. Acara ini dirancang sebagai ruang kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam suasana kekeluargaan.

Harapan di Usia 17 Tahun

Menjelang usia 17 tahun, suara refleksi dan harapan turut disampaikan tokoh masyarakat, pemuda, pemerhati kebijakan, hingga warga akar rumput. Momentum ini dinilai sebagai fase penting untuk memantapkan arah pembangunan dan memperkuat jati diri daerah kepulauan.

Tokoh masyarakat Kepulauan Meranti, Sudarto, menyebut usia 17 tahun sebagai masa transisi dari fase bertumbuh menuju fase pemantapan. Menurutnya, Meranti telah melewati berbagai tantangan sejak dimekarkan, mulai dari keterbatasan infrastruktur hingga persoalan ekonomi masyarakat pesisir.

“Usia 17 tahun bukan lagi usia belajar berjalan. Meranti harus semakin berani berlari. Pembangunan sudah terlihat, tapi pemerataan dan keberlanjutan harus menjadi perhatian utama,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh pemuda Meranti, Arif, menilai peringatan hari jadi daerah semestinya menjadi ruang refleksi, bukan sekadar seremoni tahunan. Ia berharap generasi muda diberi ruang lebih besar dalam proses pembangunan.

“Anak muda Meranti punya potensi besar. Kami ingin dilibatkan sebagai bagian dari solusi, bukan hanya sebagai penonton,” katanya.

Dari kalangan pemerhati kebijakan publik, Ilham menilai capaian 17 tahun Meranti patut diapresiasi, terutama dalam peningkatan layanan dasar dan tata kelola pemerintahan. Namun ia mengingatkan pentingnya konsistensi kebijakan yang berpihak pada masyarakat kecil.

“Tantangan ke depan bukan hanya membangun fisik, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan ketahanan ekonomi lokal,” ungkapnya.

Harapan juga datang dari masyarakat. Siti Aisyah, warga Kecamatan Tebingtinggi Barat, berharap pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan lingkungan dan drainase terus mendapat perhatian. “Kami merasakan perubahan, tapi masih berharap kampung-kampung tidak tertinggal dari pusat kota,” tuturnya.

Warga nelayan di wilayah pesisir pun berharap kebijakan pemerintah semakin berpihak pada sektor kelautan dan perikanan, terutama terkait akses permodalan, sarana tangkap, serta stabilitas harga hasil laut.

Peringatan Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Meranti ke-17 tahun 2025 ini diharapkan menjadi momentum memperkuat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk membangun Meranti yang semakin matang, mandiri, dan berdaya saing tanpa kehilangan jati diri sebagai daerah kepulauan.(wir)

Editor : Bayu Saputra
#pemkab meranti #hari jadi meranti #meranti