Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

HUT Meranti Ditutup Kenduri Sekampung, Tokoh Pemekaran Suarakan Evaluasi

Wira Saputra • Senin, 22 Desember 2025 | 09:50 WIB

Acara Kenduri Sekampung menutup rangkaian peringatan Hari Jadi ke-17 Kabupaten Kepulauan Meranti di Taman Cikpuan, Selatpanjang, Sabtu (20/12/2025).
Acara Kenduri Sekampung menutup rangkaian peringatan Hari Jadi ke-17 Kabupaten Kepulauan Meranti di Taman Cikpuan, Selatpanjang, Sabtu (20/12/2025).


SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Kenduri Sekampung menutup rangkaian peringatan Hari Jadi ke-17 Kabupaten Kepulauan Meranti yang berlangsung di Taman Cikpuan, Selatpanjang, Sabtu (20/12).

Bukan sekadar jamuan adat, helat ini menjadi ruang temu lintas unsur. Seperti pemerintah, alim ulama, tokoh adat, dan para pejuang pemekaran yang pernah bertaruh tenaga dan pikiran demi lahirnya Meranti sebagai daerah otonom.

Di hadapan para undangan, Bupati Kepulauan Meranti H Asmar menegaskan bahwa usia 17 tahun bukan sekadar angka seremonial, melainkan titik penting untuk menengok ulang jejak perjuangan sekaligus menajamkan arah pembangunan ke depan.

“Melalui kenduri sekampung ini, kita memperkuat persaudaraan, mensyukuri perjuangan para tokoh pemekaran, dan menjadikan Hari Jadi ke-17 sebagai energi baru untuk membangun Meranti,” ujar Asmar.

Ia menekankan, kemajuan daerah tidak mungkin diraih secara instan ataupun berjalan sendiri. Menurutnya, cita-cita Meranti yang unggul, agamis, dan sejahtera hanya dapat diwujudkan melalui kerja kolektif seluruh elemen masya­rakat. “Kami mengajak semua pihak bahu-membahu dan bergandeng tangan. Pembangunan adalah kerja bersama, bukan kerja satu-dua orang,” tegasnya.

Nada reflektif juga disuarakan Ketua Kerukunan Keluarga Besar Pejuang Kabupaten Kepulauan Meranti (K2BPKM), Khalil. Ia menyebutkan, usia 17 tahun sebagai fase kematangan, namun mengingatkan bahwa sebagian harapan para pejuang pemekaran masih menunggu untuk ditunaikan.

“Masih ada cita-cita yang belum sepenuhnya terwujud. Kami berharap di bawah kepemimpinan Bupati Asmar dan Wakil Bupati Muzamil, Meranti benar-benar melangkah menjadi daerah yang unggul, agamis, dan sejahtera,” ujarnya.

Sementara itu, pesan paling lugas datang dari tokoh pejuang pemekaran, Ramlan Abdullah. Ia mengingatkan agar peringatan hari jadi tidak terjebak pada euforia tahunan semata. Tetapi menjadi momentum evaluasi dan keberpihakan nyata kepada rakyat kecil.

“Jangan berhenti di seremoni. Masih ada masyarakat yang hidup dalam kesulitan ekonomi. Amanah perjuangan pemekaran harus diwujudkan melalui kebijakan yang benar-benar berpihak pada kesejahteraan rakyat,” tegas Ramlan.

Di sisi lain, Ketua Panitia Kenduri Sekampung Efendi menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi dukungan seluruh pihak serta menyampaikan permohonan maaf jika masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan acara.

“Kami berharap kenduri sekampung ini mempererat silaturahmi dan menjaga semangat kebersamaan. Semoga Meranti menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati,” tuturnya.

Kenduri Sekampung ini turut dihadiri Wakil Bupati Kepulauan Meranti, unsur forkopimda, anggota DPRD, pimpinan instansi vertikal, Sekretaris Daerah, staf ahli, para asisten dan kepala OPD, serta tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat undangan lainnya.(wir)

Editor : Arif Oktafian
#hut meranti #Kenduri #2025